
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Tiga sekolah di Sidoarjo mendapat pengenalan tentang peran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pengenalan itu, dilakukan Kemenkeu RI melalui program Kemenkeu Mengajar 9, Senin (7/9/2024). Salah satu sekolah yang menjadi jujukan program itu adalah SMK Telkom, Sidoarjo.
Ratusan siswa kelas 11, berantusias mengikuti rangkaian acara itu. Mereka aktif mengikuti rangkaian acara mulai pengenalan laboratorium Ditjen Bea Cukai, hingga acara pengenalan pengelolaan APBN, yang diisi pemateri, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur 1, Untung Basuki.
Basuki menyampaikan, kali ini Kemenkeu Mengajar mengusung tema Peran APBN dalam Mewujudkan Kecerdasan, Kesehatan, dan Kesejahteraan.
“Sosialisasi ini memberi wawasan kepada seluruh peserta didik tentang manfaat suatu penerimaan negara. Salah satunya yang ada dalam tema itu, kecerdasan. Nah, adik-adik diharapkan semakim termotivasi untuk giat belajar,” kata Basuki.
Sementara itu, Kepala SMK Telkom Sidoarjo Abror mengapresiasi program tersebut. Yang banyak memberikan wawasan tambahan bagi siswa, tentang pentingnya mengenal manfaat APBN. Khususnya bagi siswa, sekaligus para calon enterpreneur itu.
“Maka, nanti jika siswa kami membuka peluang usaha sendiri menjadi tahu, apa itu pentingnya perpajakan, dan manfaatnya bagi pembangunan untuk masyarakat,” terang Abror.
“Juga, ini suatu kehormatan bagi sekolah kami, menjadi tempat program Kemenkeu RI ini,” sambungnya.
Salah seorang peserta, Nadine Aulia Prasetyo merasa senang, diberikan pengenalan tentang peneremiaan negara itu. Terlebih, dia pernah mengalami kesulitan kala hendak melakukan transaksi barang impor: berkaitan dengan biaya bea cukai. Sehingga, transaksinya dibatalkan, karena belum banyak memahami hal itu.
“Saya kebetulan iseng jualan online, semacam buku nover dan bacaan lain, gitu lah. Nah, pas mencarikan pesanan konsumen itu, saya mendapati produknya ada di luar negeri, tapi tak bisa saya beli, karena harganya gak sesuai, khawatir rugi dan lainnya, jadi batal,” terang siswa kelas 11, jurusan Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi (TJAT), SMK Telkom, Sidoarjo itu.
Namun, setelah menerima pemahaman tentang pentingnya pungutan bea cukai itu, ia semakin tertarik mempelajari tata-cara ekspor-impor. “Ini, sekaligus memotivasiku mengembangkan usaha kecil-kecilan, yang pernah saya rintis itu. Siapa tahu ya, nanti usahanya berkembang,” tandas Nadine.
Untuk diketahui, program Kemenkeu Mengajar tersebut, pelaksanaanya dilakukan oleh pegawai tergabung dari berbagai unit, di eselon 1, Kemenkeu RI. (*)
