Sinopsis Perang Kota, Film Drama Sejarah Indonesia Pasca Kemerdekaan

Avatar of Lintang
Film Perang Kota (This City Is a Battlefield). (Cineplex21)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Film Perang Kota, sebuah film fiksi sejarah, romansa, dan peperangan garapan rumah produksi Starvision menghadirkan warna baru di dunia perfilman Indonesia.

Film ini menceritakan tentang Isa (diperankan oleh Chicco Jerikho), seorang mantan pejuang yang kini menjadi guru sekolah, yang bermasalah dengan ranjang perkawinannya.

Isa menghadapi trauma perang yang membuatnya impotensi, sembari menjalani misi berbahaya untuk membunuh seorang jenderal Belanda demi mempertahankan semangat perjuangan​.

Ia dipercayakan sebuah misi untuk menghabisi petinggi kolonial Belanda dalam usaha mempertahankan kemerdekaan. Isa juga harus menghadapi perubahan dinamika hubungan dengan istrinya, Fatimah (diperankan oleh Ariel Tatum).

Di sisinya ada Hazil (diperankan oleh Jerome Kurnia) yang tampan dan bersemangat tinggi. Hazil adalah seorang pemuda kaya yang mendukung perjuangannya, tetapi diam-diam berupaya memenangkan hati Fatimah, istri Isa.

Sinopsis Film Perang Kota (This City Is a Battlefield)

Berlatar di Jakarta pada tahun 1946, Isa, seorang mantan pejuang dan pemain biola berusia 35 tahun, kini menjadi guru sekolah dasar. Pengabdiannya selama perang kemerdekaan membuatnya memiliki reputasi sebagai prajurit kawakan.

Namun, traumanya membuatnya impotensi. Isa tinggal bersama istrinya, Fatimah, dan anak angkat mereka, Salim. Ia mencuri buku catatan untuk menghidupi keluarganya karena siswa tidak lagi datang ke sekolah.

Bagaimanapun, kota itu kacau; ditinggalkan oleh Presiden, dibakar oleh Gurkha, Inggris, atau Belanda. Isa membantu revolusi bersama sahabatnya dan siswa biola, Hazil, muda, tampan, dengan semangat juang yang membara.

Di belakang Isa, pemuda itu berselingkuh dengan Fatimah. Mengetahui bahwa Hazil mampu menghamili Fatimah, sesuatu yang tidak akan pernah bisa ia lakukan, Isa memilih untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa dan mengakui bayi yang dikandung Fatimah sebagai anaknya sendiri.

Bersama Hazil, Isa menyusun rencana untuk meledakkan gedung bioskop di Pasar Senen, tempat berkumpulnya para pejabat Nica Inggris dan “sahabatnya”, Belanda. Sasaran utama mereka adalah Van Mook, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, yang sangat menganggap Indonesia sebagai tanah airnya.

Misi itu berakhir dengan pengkhianatan. Hazil membocorkan semua nama kaki tangannya, dan Fatimah meninggalkan Isa. Namun, akhirnya, Isa menemukan kedamaiannya. Ini adalah kisah yang menunjukkan apa arti perang bagi orang-orang biasa di kota yang dulunya pernah diproklamasikan sebagai kota bebas. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page