Siap Diluncurkan 24 Februari, Presiden Prabowo Optimis Danantara Sebagai Masa Depan Indonesia

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2025 02 18 at 9.44.44 AM
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. (Youtube Sekretariat Presiden)

Nasional, Kabarterdepan.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara siap diluncurkan pada 24 Februari 2024.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo optimistis BPI Danantara sebagai kekuatan yang akan menunjang perekonomian Indonesia pada masa depan nanti.

“Danantara adalah konsolidasi semua kekuatan ekonomi kita, yang ada di pengelolaan BUMN itu nanti akan dikelola dan kita beri nama Danantara, Daya Anagata Nusantara,” kata Prabowo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Daya, Presiden melanjutkan, berarti energi atau kekuatan, sementara Anagata berarti masa depan. Dengan demikian, Danantara berarti energi atau kekuatan untuk tanah air atau Nusantara.

“Jadi, artinya Danantara ini kekuatan ekonomi, dana investasi yang merupakan energi, kekuatan masa depan Indonesia. Kekayaan negara dikelola, dihemat untuk anak dan cucu kita,” kata Prabowo.

Presiden pun menyampaikan, nantinya pemerintah akan menginvestasikan sumber daya alam dan aset-aset negara. Tujuannya adalah untuk mendorong berbagai proyek yang memiliki dampak besar dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Beberapa sektor yang akan menjadi fokus Danantara menurut Prabowo yakni energi terbarukan, pengembangan industri manufaktur, hilirisasi, dan pangan. Seluruh proyek diharapkan bisa mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

“Semua proyek ini akan berkontribusi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi kami sebesar 8 persen,” tutur Prabowo.

Presiden Prabowo pertama kali mengumumkan rencananya meluncurkan Danantara saat berbicara pada World Governments Summit tanggal 14 Februari 2025 dan mengatakan Danantara akan diresmikan pada 24 Februari 2025.

Danantara, yang akan menjadi sovereign wealth fund Indonesia, disebut-sebut mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS. Sementara itu, proyeksi dana awal untuk Danantara mencapai 20 miliar dolar AS.

Dana-dana yang dikelola oleh Danantara, kata Presiden, akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor, seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan.

Sementara itu, Presiden Prabowo saat menghadiri acara partainya pada 15 Februari 2025 juga meminta mantan-mantan presiden dan pimpinan organisasi keagamaan untuk ikut mengawasi pengelolaan Danantara.

“Danantara adalah kekuatan energi masa depan dan ini harus kita jaga bersama. Karena itu, saya minta semua presiden sebelum saya berkenan ikut menjadi pengawas di dana ini. Saya juga berpikir kalau perlu pimpinan NU, pimpinan Muhammadiyah, pimpinan mungkin dari KWI dan sebagian lain-lain ikut juga membantu mengawasi,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page