Sertijab, Sugeng Purwanto Nilai Hasto Wardoyo Bisa Bawa Kota Yogyakarta Lebih Berwarna

Avatar of Redaksi
IMG 20250303 WA0074
Sertijab Pj Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto kepada Wali Kota Terpilih, Hasto Wardoyo disaksikan secara langsung oleh Sekda DIY, Beny Suharsono di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Muja-Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY, Senin (3/3/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com- Pj Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto melakukan serah terima jabatan (sertijab) kepada Hasto Wardoyo menandai pergantian kepemimpinan yang baru di Kota Jogja, di Graha Pandawa, Balai Kota Jogja, Senin (3/3/2025).

Hasto didampingi oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan dan juga segenap pejabat dari berbagai instansi mulai, dari kepolisian hingga pejabat masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Tampak dalam kesempatan tersebut berbagai kesan mendalam disampaikan oleh para pejabat kepada Sugeng yang selama ini dikenal mudah membaur dan suka bergurau, baik dengan sesama pejabat maupun warga.

Dirinya yang sebelumnya mendapatkan mandat dari Gubernur DIY menceritakan pengalamanya dalam menghadapi berbagai persoalan yang cukup pelik saat mulai menjabat sebagai PJ Wali Kota Yogyakarta mulai dari masalah sampah hingga pemindahan para pedagang kaki lima (PKL) dari Teras Malioboro ke tempat baru yang ada di Ketandan dan Beskalan.

Dalam serah terima tersebut, Sugeng mengungkapkan jika ke depan di bawah kepemimpinan Hasto Wardoyo akan dapat mewarnai Kota Yogyakarta yang lebih baik. Dirinya juga berterima kasih kepada seluruh OPD yang telah membantunya dalam membantunya bertugas.

“Seorang Pak Hasto pasti jauh lebih mempunyai kemampuan kebijaksanaan sehingga bisa mewarnai Kota Yogyakarta lebih baik,” katanya kepada wartawan saat diwawancarai usai melakukan sertijab.

“Saya sendiri 9 bulan mendampingi di Kota Yogyakarta, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Insya Allah nanti akan disempurnakan apa yang menjadi kebijakan yang telah kita tata sebelumnya,” Imbuhnya.

Sugeng menyampaikan jika saat ini pembangunan yang sudah berjalan sangat baik. Berbicara soal Sumber Daya Manusia (SDM) dirinya menyebut meskipun jumlahnya tidak sebanyak daerah lain, Kota Yogyakarta memiliki kualitas manusia yang mumpuni.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan dirinya akan membawa mindset baru dalam pemerintahan ke depan yang ia jalankan. Semangat efisiensi masih melekat dan menjadi semangat untuk bisa diwujudkan asta cita Presiden Prabowo Subianto.

“Ya pada prinsipnya ada semangat untuk perubahan mindset bahwa pemerintah daerah diselenggarakan dengan efektif dan efisien. Semangat itu penting untuk diwujudkan pada 2025 yang mendasari dari semua hal,” kata mantan Bupati Kulonprogo tersebut.

Dirinya menyampaikan akan berupaya untuk memangkas segala hal yang dirasa menjadi beban untuk bisa mewujudkan efektifitas, seperti biaya pembelian mobil dinas dan mebel di perkantoran.

“Mobil dinas sebelumnya juga masih bagus. Anggaran diberikan untuk saya dan pak wakil paling tidak hampir Rp3 miliar. Itu lebih baik digunakan untuk membeli gerobak sampah,” katanya.

Hasto menyampaikan jika dengan anggaran sebanyak Rp3 miliar dapat dialihkan untuk membeli sebanyak 600 unit gerobak sampah dengan harga Rp5 juta per unitnya untuk RW.

Selain itu, dirinya berupaya untuk menjadikan Kota Yogyakarta bisa berdaya dari segi ekonomi melalui pengembangan koperasi dan UMKM. Oleh karena Pemkot Jogja akan berupaya untuk capital flight ke luar daerah agar bisa diserap oleh masyarakat sendiri.

“Kalau bisa ekonominya digerakkan di lokal supaya bisa berdikari. Ini semua untuk mewujudkan cita-cita agar Indonesia bisa swasembada pangan pada 2027,” katanya.

Beberapa konsumsi masyarakat diharapkan bisa mengambil dari apa yang sudah ada di Kota seperti air minum yang secara mandiri dikelola oleh PDAM hingga batik yang selama ini disebutnya banyak yang masih menggunakan produk luar daerah. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page