Sendang Made Jombang, Saksi Bisu Pelarian Prabu Airlangga dari Kejaran Musuh

Avatar of Redaksi
Sendang Made
Tampak depan wisata sendang Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. (Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, kabarterdepan.com — Sendang Made, salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyimpan kisah sejarah lokal yang hingga kini dipercaya dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan cerita rakyat yang berkembang, Sendang Made yang terletak di Desa Made, Kecamatan Kudu, diyakini menjadi salah satu lokasi pelarian Prabu Airlangga setelah runtuhnya Kerajaan Dharmawangsa akibat serangan mendadak dua kerajaan besar pada masa itu.

Kisah tersebut diungkapkan oleh juru kunci Sendang Made, Mbah Supono. Ia menyebutkan bahwa Prabu Airlangga melarikan diri bersama istri, para dayang, serta prajurit pengawal setelah pesta pernikahannya diserang oleh Kerajaan Wora-Wari dan Kerajaan Sriwijaya.

“Raja Dharmawangsa saat itu tidak sempat menyelamatkan diri. Namun Prabu Airlangga berhasil diselamatkan oleh Patih Narotama,” ujar Mbah Supono, Senin (19/1/2026).

Rombongan pelarian kemudian bergerak ke arah timur. Mereka melewati sejumlah kawasan pegunungan, mulai dari Gunung Klotok, Gunung Maskumambang, hingga Gunung Wilis, sebelum akhirnya menetap sementara di Gunung Pucangan selama sekitar tiga tahun.

Selama masa pelarian, Prabu Airlangga disebut menyamar sebagai pengamen guna menghindari kejaran musuh. Dalam perjalanannya, ia juga diyakini membuat sejumlah sendang atau sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan hidup rombongan.

7 Sendang Made

Tercatat ada tujuh sendang yang konon dibuat pada masa itu, yakni Sendang Condong, Sendang Pomben, Sendang Pengilon, Sendang Drajat, Sendang Payung, Sendang Kamulyan, dan Sendang Gede.

Ketujuh sumber mata air tersebut berada di wilayah Desa Made. Karena itu, masyarakat setempat menyebutnya sebagai Sendang Made.

Sejarawan menilai kisah semacam ini merupakan bagian dari sejarah lokal, yakni narasi sejarah yang berkembang dan hidup di wilayah geografis terbatas seperti desa atau kecamatan.

“Sejarah lokal penting karena menjadi identitas sekaligus warisan budaya masyarakat,” ujar Dian Sukarno, pegiat budaya Jombang.

Kini, Sendang Made tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya dan sejarah lokal yang masih dijaga serta dihormati oleh warga setempat. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page