Seleksi Direktur Utama KBS Diperpanjang, Pemkot Surabaya Pastikan Proses Transparan

Avatar of Jurnalis: Husni
Pemkot Surabaya
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser saat memberikan keterangan kepada media. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com  – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini tengah melakukan proses Direktur Utama (Direktur) PD Taman Satwa kebun binatang surabaya (KBS). Proses seleksi ini telah berjalan sejak tanggal 27 Agustus 2025 sampai dengan 20 Oktober 2025.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan proses seleksi ini merupakan perpanjangan dari pendaftaran seleksi anggota Direksi yang sebelumnya dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2025 hingga 28 Mei 2025.

Langkah Pemkot Surabaya

Langkah ini merupakan komitmen Pemkot Surabaya untuk mencari pemimpin yang visioner dan mampu memperkuat peran KBS sebagai lembaga konservasi dan edukasi.

“Kami memastikan bahwa rangkaian proses seleksi berjalan secara objektif dan transparan. Perpanjangan waktu pendaftaran ini tidak akan memengaruhi proses seleksi yang telah berjalan,” kata Fikser, Jumat, (24/10/2025).

Fikser menambahkan proses seleksi telah didasarkan pada ketentuan yang berlaku, yakni Pasal 57 dan Pasal 58 Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) jo. Pasal 35 dan Pasal 36 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2018,

Dalam hal penilaian panitia mempertimbangkan kompetensi manajerial, integritas, serta pemahaman mendalam calon terhadap tata kelola lembaga konservasi.

“Demi menjamin akuntabilitas dan akses informasi yang jelas bagi publik, hasil seleksi akan diumumkan di website resmi Pemkot Surabaya yakni www.surabaya.go.id,” tambahnya.

Pemkot Surabaya juga membuka diri jika ada masukan atau lembaga konservasi dalam proses seleksi Dirut KBS yang baru. Hal ini pentinh untuk dilakukan agar KBS dapat menjadi lembaga konservasi yang unggul, ramah satwa dan berdaya saing tinggi.

“Setiap masukan dari masyarakat maupun organisasi pecinta satwa, kami perhatikan untuk dijadikan bahan evaluasi berkelanjutan,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page