
Blora, Kabarterdepan.com – Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora hampir rampung, menjelang habis kontrak dan peluncuran untuk menghadapi tahun ajaran baru 2025/2026.
Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) Proyek Yodya-Virama KSO, Andry Sulistyawan, menjelaskan pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Blora telah mencapai 88,123 persen, dan siap di launching pada 10 hari mendatang.
“Target penyelesaian proyek sesuai kontrak adalah 8 Juli, dan rencananya akan di-launching pada 10 Juli 2025,” jelas Andry, Senin (30/06/2025).
Dijelaskan, Sekolah Rakyat di Blora dibangun dengan merenovasi bangunan eks SD Negeri 4 Balun di Kecamatan Cepu, yang terbengkalai selama sekitar dua tahun terakhir.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan proyek tersebut mencakup pembangunan berbagai fasilitas penting untuk mendukung operasional sekolah berasrama, guna menunjang program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
“Fasilitas yang sudah dibangun antara lain asrama putra dan putri, MCK terpisah, asrama guru, tempat ibadah, ruang kelas, laboratorium, lapangan upacara, ruang makan, perpustakaan, UKS, serta sarana pendukung lainnya,” papar Andry.
Saat ini, menurutnya, proses pembangunan telah memasuki tahap akhir atau finishing di sejumlah titik. Beberapa pekerjaan yang tengah dikebut meliputi paving area lapangan, pembersihan area (cleaning), dan sentuhan akhir (finishing).
Ia menambahkan, pembangunan sekolah ini didanai oleh Satuan Kerja Direktorat Infrastruktur Dukungan Pendidikan, Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR, dengan nilai total anggaran mencapai Rp322 miliar untuk pembangunan 65 sekolah di 24 provinsi.
“Untuk di Blora, sudah ada 50 calon siswa dari keluarga prasejahtera yang mendaftar. Mereka nantinya akan dibagi dalam dua rombongan belajar (rombel) jenjang SMA,” jelasnya.
Andry juga menilai, lokasi sekolah sangat strategis karena berada di pusat Kecamatan Cepu. Bangunan sekolah ini berdampingan dengan Kantor Kelurahan Balun serta dekat dengan berbagai fasilitas umum.
“Jaraknya hanya sekitar 200 meter dari Terminal Tipe A Cepu, dan hanya lima menit dari Stasiun Cepu,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang mulai dijalankan sejak Maret 2025. Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan gratis berasrama.
Sementara untuk Kabupaten Blora, masuk dalam tahap satu, untuk jenjang SMA sederajat bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, khususnya dari desil 1 dan 2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS atau DTSEN).
Pembangunan SR di Blora memanfaatkan aset milik Pemkab Blora yang sebelumnya terbengkalai. Realisasinya dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, dan Pemerintah Kabupaten Blora.(Fitri)
