Sekolah di Kota Mojokerto Belum Jalankan Program Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Pemkot

Avatar of Redaksi
IMG 20241122 WA0002 scaled
Potret Pj Wali Kota Mojokerto, Ali Kuncoro bersama Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat uji coba Program Makan Bergizi Gratis bulan November lalu (Riris)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional pada 6 Januari 2025. Program ini, yang merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo, bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan siswa sekolah di seluruh Indonesia.

Namun, hingga hari pertama pelaksanaan, Kota Mojokerto belum merealisasikan program tersebut di sekolah-sekolah, bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) belum menerima petunjuk teknis (juknis) terkait pelaksanaan program MBG.

Salah satu sekolah di Kota Mojokerto, SD Negeri Balongsari, tidak terlihat tanda-tanda pelaksanaan program MBG per hari ini.

Kepala Sekolah SDN Balongsari 2, Anang Sugianto, mengaku belum menerima informasi resmi atau instruksi dari pemerintah.

“Kalau kata Pak Prabowo itu kan diberlakukan mulai 6 Januari terkait program makan gratis. Karena memang belum ada info sama sekali, seperti apa untuk program tersebut,” ujar Anang.

IMG 20250106 WA0025 scaled
Kepala Sekolah SDN Balongsari 2, Anang Sugianto.

Staf administrasi SDN Balongsari 2, Ratih, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, sejauh ini pihak sekolah hanya diminta mengumpulkan data, namun belum mendapatkan arahan teknis.

“Belum ada instruksi, kita cuma di data, minta data saja tapi belum pasti. Kami juga belum tahu apakah nanti cateringnya diserahkan kepada sekolah atau didrop langsung dari pemerintah,” jelas Ratih.

Diketahui, pada November 2024 lalu, SDN Balongsari telah menjadi bagian dari uji coba program MBG yang dilakukan secara serentak di beberapa sekolah di Kota Mojokerto. Uji coba tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut. Namun, pelaksanaan resmi program ini masih belum ada kepastian.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo, menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima juknis dari pemerintah pusat. Hal ini menjadi salah satu kendala bagi Pemkot Mojokerto untuk melaksanakan program MBG.

“Kami belum tahu pasti seperti apa, masih menunggu juknis dari pusat,” kata Ruby, Sabtu (4/1/2025).

Sementara, Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, memastikan bahwa Pemkot Mojokerto mendukung penuh program MBG. Ia menyatakan bahwa anggaran untuk program ini sudah disiapkan dalam APBD 2025. Meski demikian, persoalan teknis pelaksanaan masih dalam proses koordinasi.

“Prinsip Pemkot Mojokerto siap support dan mendukung pogram prioritas Pempus (Pemerintah Pusat). Terkait anggaran makan bergizi gratis juga sudah dianggarkan di APBD 2025. Masalah teknis sedang dikomunikasikan oleh TAPD,” ujar Mas Pj saat dihubungi via WhatsApp, Senin (6/1/2025).

Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan gizi siswa sekolah dan mendukung pembentukan generasi muda yang sehat dan cerdas. Dengan peluncuran program ini secara nasional, diharapkan seluruh daerah, termasuk Kota Mojokerto, dapat segera merealisasikan program tersebut.

Namun, lambatnya distribusi juknis dari pusat menjadi hambatan utama di lapangan. Pemerintah pusat diharapkan segera memberikan arahan teknis agar pelaksanaan program berjalan sesuai target.

Dengan dukungan penuh dari Pemkot Mojokerto dan alokasi anggaran yang telah disiapkan, besar harapan bahwa siswa di Kota Mojokerto segera merasakan manfaat dari program makan bergizi ini. Sebagai salah satu program prioritas nasional, MBG menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi penerus yang lebih sehat dan produktif. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page