
Sampang, kabarterdepan.com – Upaya pencegahan kenakalan remaja di lingkungan sekolah terus diperkuat oleh SMAN 3 Sampang. Melalui pembentukan satuan tugas (satgas) khusus, penempatan belasan titik CCTV, hingga pendekatan intensif dengan wali murid, sekolah ini mengedepankan langkah preventif demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, disiplin, dan bermartabat.
Langkah ini sejalan dengan perhatian publik menyusul viral video sejumlah siswa SMA yang diduga mengonsumsi minuman keras di area Puskesmas Kedungdung, Sampang, beberapa hari lalu, yang menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan pembinaan berkelanjutan terhadap pelajar.
Kepala SMAN 3 Sampang, Saifuddin, menjelaskan bahwa pihak sekolah membentuk satgas pemantau kegiatan siswa yang aktif setiap hari, baik di dalam maupun di luar jam pelajaran. Satgas tersebut bertugas memastikan seluruh aktivitas siswa berjalan sesuai aturan dan nilai-nilai pendidikan karakter.
“Kami memiliki satgas yang secara rutin memantau kegiatan siswa. Bahkan jika ada siswa yang tidak masuk sekolah selama dua hari berturut-turut tanpa keterangan, satgas langsung melakukan komunikasi atau mendatangi pihak rumah,” ujar Saifuddin saat diwawancarai, Selasa (13/1/2026).
12 Titik CCTV Awasi Area Rawan
Selain pengawasan langsung oleh guru, SMAN 3 Sampang juga memasang 12 titik CCTV yang ditempatkan di area-area yang sulit dijangkau pengawasan manual. Langkah ini dinilai efektif untuk meminimalisir potensi pelanggaran tata tertib siswa.
“CCTV kami pasang di titik-titik yang rawan dan sulit dipantau, sehingga setiap aktivitas tetap bisa terkontrol,” tambahnya.
Satgas sendiri terdiri dari sekitar 10 guru, yang secara khusus difokuskan pada penanganan dan pencegahan kenakalan remaja. Para guru tersebut secara bergiliran berkeliling setiap pergantian jam pelajaran untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Tak Hanya Miras, Bullying hingga Pelecehan Seksual Jadi Perhatian
Saifuddin menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya terfokus pada penyalahgunaan minuman keras (miras). Pihak sekolah juga memberikan perhatian serius terhadap berbagai bentuk pelanggaran lainnya.
“Pengawasan kami mencakup pembullyan, kekerasan, hingga pelecehan seksual. Semua itu menjadi perhatian serius karena menyangkut masa depan dan keselamatan anak anak kami,” tegasnya.
Kepala sekolah juga aktif memberikan arahan langsung kepada seluruh guru agar turut berperan dalam memantau dan membina siswa di lingkungan sekolah.
Sebagai langkah preventif, SMAN 3 Sampang rutin menghadirkan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba serta pembinaan kerohanian. Salah satunya melalui program Jumat Religi dan pembiasaan salat berjamaah, yang bertujuan menanamkan nilai moral dan spiritual sejak dini.
“Pembinaan kerohanian kami jadikan fondasi. Dengan pendekatan agama, kami berharap siswa memiliki benteng moral yang kuat,” jelas Saifuddin.
Libatkan Wali Murid, Utamakan Pencegahan
Tak kalah penting, pihak sekolah juga mengedepankan komunikasi terbuka dengan wali murid. Sosialisasi bersama orang tua secara berkala dilakukan sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan keluarga.
“Kami lebih mengutamakan tindakan preventif. Menghadirkan wali murid, berdiskusi, dan membangun komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam pembinaan siswa,” pungkasnya. (Fais)
