
Jombang, kabarterdepan.com – Meski rotasi jabatan telah menyentuh puluhan pejabat, sejumlah posisi strategis di tingkat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, hingga kini masih belum terisi secara definitif.
Bupati Jombang Warsubi memastikan, kekosongan jabatan tersebut tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan maupun pelayanan publik kepada masyarakat.
Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah cepat dengan menunjuk pelaksana tugas (Plt) pada jabatan-jabatan yang kosong sambil menunggu proses seleksi terbuka.
Menurut Warsubi, dari total pejabat yang dilantik terdapat pergeseran pada dua jabatan eselon II. Sementara itu, beberapa OPD belum memiliki pejabat definitif karena berbagai pertimbangan administratif dan masa jabatan.
“Kita tetap memastikan pelayanan publik berjalan normal. Jabatan yang belum terisi akan segera diisi Plt, dan selanjutnya akan kita proses melalui seleksi terbuka,” ujar Warsubi, Jumat (16/1/2026).
Saat ini, terdapat empat posisi strategis yang masih kosong, terdiri dari tiga jabatan kepala dinas serta satu staf ahli bupati. Meski demikian, Warsubi menegaskan penunjukan Plt dilakukan pada hari yang sama agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan.
Ia juga menyampaikan bahwa penetapan pejabat pelaksana tugas masih melalui pembahasan internal sehingga belum dapat diumumkan ke publik. Namun, proses tersebut dipastikan tidak akan memakan waktu lama.
“Tidak ada kekosongan. Hari ini juga langsung kami isi Plt-nya,” tegasnya.
Seleksi Terbuka Segera Digelar
Lebih lanjut, Warsubi mengungkapkan bahwa seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi pratama akan segera digelar. Ia telah meminta Sekretaris Daerah bersama BKPSDM Kabupaten Jombang untuk menyiapkan seluruh tahapan yang diperlukan.
“Targetnya dalam hitungan minggu. Kami ingin jabatan-jabatan strategis ini segera diisi secara definitif,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jabatan yang saat ini kosong meliputi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, serta satu posisi Staf Ahli Bupati.
Selain itu, jumlah kekosongan dipastikan akan bertambah seiring purnatugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian pada awal Februari 2026 mendatang.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Jombang Warsubi secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 84 pejabat manajerial di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, Kamis (15/1/2026) sore.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jombang dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, sekaligus memastikan roda pembangunan daerah berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja ASN
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan bukan sekadar agenda rutin birokrasi, melainkan instrumen penting untuk menjaga dinamika organisasi, mencegah stagnasi, serta mendorong peningkatan kinerja aparatur sipil negara.
“Setiap penempatan atau rotasi jabatan telah melalui proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pertimbangannya meliputi kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan integritas. Tidak ada ruang bagi praktik nonprofesional dalam pengelolaan kepegawaian di Pemkab Jombang,” tegas Warsubi.
Sejumlah pejabat yang dilantik di antaranya Bayu Pancoroadi sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, sebelumnya di Dinas PUPR Jombang, Sudiro Setiono sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Eka Yulianto yang dipercaya menjabat Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Jombang. (Karimatul Maslahah)
