Ribuan Warga Padati Alun-alun Jombang, Rayakan Grebeg Apem Sambut Ramadan 1447 H

Avatar of Redaksi
Grebeg Apem
Warga Jombang saat berebut apem di alun-alun Jombang. (Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Ribuan warga memadati Alun-alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kehadiran massa ini untuk merayakan tradisi Grebeg Apem Jombang 2026, sebuah ritual tahunan sekaligus prosesi megengan dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kemeriahan acara dimulai dengan kirab apem yang mengambil rute dari Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menuju Alun-alun.

Arak-arakan semakin semarak berkat penampilan drumband serta tarian bernuansa Timur Tengah yang melambangkan kegembiraan menyambut bulan puasa.

Grebeg Apem Jadi Momentum Kolaborasi Budaya dan Antusiasme Massa

Peserta pawai tahun ini didominasi oleh siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kecamatan di Jombang. Dengan penuh semangat, mereka mengawal gunungan berisi tumpukan apem warna-warni yang menjadi ikon utama acara ini.

Sesampainya di Alun-alun, sebanyak 15.752 kue apem yang disusun dalam 17 tumpeng raksasa berjajar rapi di tengah lapangan. Namun, suasana berubah riuh saat warga mulai tidak sabar.

Belum sempat sambutan resmi berakhir, masyarakat yang sudah berkumpul langsung menyerbu gunungan tersebut. Dalam hitungan menit, ribuan apem ludes berpindah tangan.

WhatsApp Image 2026 02 12 at 1.23.16 PM

Bupati Jombang, Warsubi, menyampaikan bahwa tradisi Grebeg Apem bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kebersamaan dan budaya saling memaafkan.

“Tradisi ini adalah wujud kebahagiaan kolektif sekaligus momentum mempererat silaturahmi masyarakat. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujar Warsubi, Kamis (12/2/2026).

Ia berharap tradisi megengan ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya daerah yang mampu memperkuat persatuan. Warsubi juga mengingatkan pentingnya persiapan spiritual menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah yang kita nantikan. Kami mengajak masyarakat menyambutnya dengan suka cita serta mempersiapkan diri, baik lahir maupun batin,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Warsubi juga mengutip firman Allah dalam Al-Baqarah ayat 183 mengenai kewajiban berpuasa bagi orang yang beriman. Menurutnya, puasa adalah sarana untuk mendidik diri, mengendalikan hawa nafsu, dan meningkatkan ketakwaan.

“Hari ini kita semua berbahagia. Sebagai umat muslim yang beriman, sudah menjadi kewajiban kita untuk menyambut Ramadan dengan hati yang gembira,” pungkasnya. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page