
Sragen, kabarterdepan.com – Nasib kurang beruntung dialami Pastoni (35) warga Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Pasalnya kurang lebih 7500 ayam siap panen miliknya mati mendadak, Minggu (18/2/24) sore.
Ribuan bangkai ayam terlihat terjejer di jalan samping lokasi kandang. Selain itu juga nampak tumpukan bangkai ayam menggunung di gudang tempat menyimpan pakan.
Kematian ribuan ayam milik Toni tersebut diduga karena aliran listrik terputus yang menyebabkan blower di kandang tidak berfungsi maksimal. Akibatnya oksigen di dalam kandang berkurang menyebabkan amoniak dari kotoran ayam menggangu pernafasan ayam.
“Aliran listrik mati dari jam 11.00 WIB hingga jam 14.00 WIB, disebabkan kabel dari jalur utama menuju meteran listrik meleleh dan terbakar,” ungkap Toni saat dikonfirmasi Minggu (18/2/24) sore.

Masih dalam keterangannya, saat kejadian aliran listrik mati jam 11.00 WIB dirinya sudah mencoba menghubungi petugas piket PLN kantor jaga (KJ) Sukodono, dan Sumberlawang.
“Saya sudah mencoba menghubungi pihak pelayanan PLN setempat, saat dihubungi petugas PLN merespon sabar masih banyak antrean,” paparnya.
Pria yang akrab dipanggil Toni ini juga menyampaikan sebelum petugas PLN datang pihaknya sudah mencoba melakukan tindakan dengan menghidupkan mesin genset serta membuka tirai penutup kandang agar udara bisa masuk ke dalam kandang. Namun usaha itu tidak maksimal.
Senada disampaikan oleh operator kandang Bagas (27), petugas kantor jaga datang ke lokasi kandang diperkirakan jam 13.00WIB setelah melakukan perbaikan dari petugas PLN akhirnya jam 14.00 WIB listrik bisa nyala kembali.
“Kandang mengalami mati listrik selama 3 jam, penyebabnya karena kabel utama menuju meteran listrik meleleh,” ucapnya.
Bagas juga mengatakan, Kurang lebih sebanyak 7.500 ekor ayam mati. Dari kapasitas 10 ribu ekor ayam, yang bisa bertahan hidup diprediksi hanya tinggal 2500 ekor.
“Ayam di sini usianya 36 hari jalan, berat rata-rata 2 kg dan sudah dijadwal panen 3 hari lagi,” tambahnya.
Meskipun aliran listrik sudah diperbaiki jam 14.00 WIB namun hingga jam 19.00 WIB proses pengumpulan ayam yang mati baru selesai dilakukan, Atas peristiwa tersebut, pemilik usaha kandang mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 400 juta. (kin)
