
Blora, Kabarterdepan.com – Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sumaryanto, berkunjung ke Kabupaten Blora untuk berdiskusi sekaligus meninjau langsung lokasi rencana pembangunan kampus UNY di wilayah yang dijuluki Kota Minyak tersebut.
“Suatu saat kami akan berinvestasi membangun sarana dan prasarana olahraga seperti yang ada di UNY, tidak hanya berstandar nasional, tetapi juga internasional,” ungkap Sumaryanto, saat ditemui di Pendopo Kabupaten Blora, Selasa (22/07/2025).
Ia menjelaskan bahwa fasilitas olahraga di UNY terbukti mampu menghasilkan pendapatan (income generating) yang signifikan. Sebagai contoh, sarana seperti GOR, stadion, pusat kebugaran (fitness center), hingga layanan terapi massage di UNY mampu menghasilkan pemasukan hingga Rp 9 miliar per tahun.
“Yang tergabung di timnas itu juga banyak alumni kami. Satu tahun bisa menghasilkan Rp 1,1 miliar,” imbuhnya.
Sumaryanto juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi di Blora akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan, terutama dalam jenjang pendidikan lanjut hingga profesor, melalui implementasi tridharma perguruan tinggi.
“Penelitian bersama, publikasi bersama, pengabdian kepada masyarakat bersama. Saya tidak pernah menganggap perguruan tinggi di Blora sebagai kompetitor, tetapi sebagai mitra. Kita bersama, kita sejahtera bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, menyebut kunjungan Rektor UNY ini sebagai bentuk balasan dari kunjungan Pemkab Blora ke UNY beberapa waktu lalu. Sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara Rektor UNY dengan pimpinan perguruan tinggi swasta yang ada di Blora.
“Alhamdulillah, kita berdiskusi, dan Insya Allah merencanakan pembangunan kampus UNY di Blora. Prof. Sumaryanto sudah survei, dan sedang mempertimbangkan lokasi mana yang akan dipilih,” kata Arief.
Menurut Arief, diskusi tersebut juga membahas kekhawatiran dari sebagian kalangan perguruan tinggi lokal atas kehadiran UNY. Namun pihak UNY, kata dia, telah memberikan penjelasan menyeluruh, dan masukan-masukan dari berbagai pihak akan menjadi bahan pertimbangan ke depan.
“Saat ini kami sudah bekerja sama dengan hampir 55 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Dan kebetulan, dengan UNY ini gayung bersambut. Prosesnya akan kami lanjutkan, tentu melalui kajian untuk peningkatan SDM Blora,” lanjutnya.
Arief menjelaskan bahwa skema pembangunan kampus UNY di Blora akan menggunakan model hibah lahan. Pemkab Blora akan menyediakan tanah sebagai investasi, sementara seluruh proses pembangunan akan menjadi tanggung jawab UNY.
“Kita hanya investasi tanah. Semua pembangunan nanti dari UNY. Mungkin awalnya Rp 30 miliar dulu, selanjutnya bisa Rp 100 miliar, tergantung rencana dari UNY,” terang Bupati Blora.
Ia menambahkan, proses hibah lahan kepada UNY ditargetkan selesai tahun ini, agar pembangunan bisa dimulai pada tahun 2026.
Lalu, terkait adanya pro dan kontra dari pihak perguruan tinggi lokal, Arief menilai hal itu sebagai dinamika yang wajar.
“Ada yang setuju dan tidak setuju, itu hal biasa. Tapi kami dari Pemda sudah meniatkan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM di Blora. Semua masukan akan kami tampung untuk penyempurnaan langkah ke depan,” pungkasnya. (Fitri)
