
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Solo hiking adalah aktivitas mendaki seorang diri, semakin digemari oleh banyak orang, terutama mereka yang mencari ketenangan di tengah alam.
Hiking menjadi pilihan yang tepat bagi pemula yang ingin mencoba sensasi mendaki tanpa harus menghadapi medan yang terlalu menantang.
Mojokerto, salah satu kabupaten di Jawa Timur, menyimpan potensi besar bagi para pecinta alam. Terutama di wilayah selatannya, Mojokerto dikelilingi oleh kawasan pegunungan dan perbukitan yang telah lama dijadikan destinasi wisata alam dan jalur pendakian. Namun, tidak semua bukit dibuka dengan jalur yang ramah untuk kegiatan hiking, apalagi solo hiking.
Berikut rekomendasi bukit bagi pemula yang ingin mencoba solo hiking di Mojokerto.
Watu Jengger
Berlokasi di Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Bukit Watu Jengger memiliki ketinggian sekitar 1.100 mdpl. Jalurnya cukup bersahabat, dengan trek awal berupa jalan setapak yang mengikuti aliran sungai, landai dan nyaman untuk dilalui. Seiring bertambahnya ketinggian, jalan mulai menanjak namun masih dalam batas aman untuk pemula.
Salah satu kelebihan utama Watu Jengger adalah keramaian pengunjungnya. Bukit ini hampir tidak pernah sepi sehingga cocok untuk solo hiking karena tetap terasa aman. Sesampainya di puncak, kita akan disambut pemandangan memukau layaknya berada di punggung gunung dengan hamparan alam hijau membentang di sekeliling.
Puthuk Gragal
Terletak di Desa Cembor, Kecamatan Pacet, Bukit Puthuk Gragal memiliki ketinggian sekitar 1.480 mdpl. Bukit ini terkenal dengan padang rumputnya yang luas dan memesona, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki.
Jalur pendakiannya tidak terlalu curam, didominasi jalanan landai yang cukup panjang. Dalam perjalanan menuju puncak, kita juga bisa mampir ke air terjun yang menyegarkan.
Bagi yang ingin bermalam, tersedia area camping yang dekat dengan sumber air dan rindang pepohonan, tempat yang sempurna untuk memasang hammock atau sekadar beristirahat sambil menikmati suasana alam.
Lorokan
Bukit Lorokan yang berada di Desa Sendi, Kecamatan Pacet, memiliki ketinggian sekitar 1.100 mdpl. Dari semua bukit yang disebutkan, Lorokan adalah yang paling landai. Jalurnya berupa jalan berkerikil yang hampir tak terasa menanjak sehingga sangat cocok untuk pemula atau siapa pun yang ingin menikmati hiking santai seorang diri.
Di tengah perjalanan, kita akan melewati jembatan kayu unik bernama Jembatan Jambu Alas. Suasana hutan yang lebat serta kehadiran pohon besar di sekitar jalur menambah kesan misterius, namun tetap aman.
Menariknya, setiap pendaki akan diberi kupon senilai lima ribu rupiah yang bisa ditukar dengan minuman gratis di atas. Setibanya di puncak, tersedia bangku-bangku untuk menikmati panorama pegunungan yang menyejukkan mata.
Pundak
Jika Lorokan adalah bukit dengan medan paling landai, maka Pundak adalah kebalikannya. Terletak di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Bukit Pundak berada pada ketinggian 1.585 mdpl dengan jalur yang lumayan menanjak.
Namun, medan yang menanjak ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pendaki yang ingin merasakan pengalaman lebih menantang dalam solo hiking.
Di tengah jalur, kita akan menemukan akar-akar pohon menggantung yang mengingatkan pada suasana film Avatar. Menuju puncak, pemandangan Gunung Welirang akan tampak begitu dekat dan memukau.
Pundak juga menyediakan dua area camping di bagian utara dan selatan. Disarankan memilih area utara karena lebih teduh dan terlindung oleh pepohonan.
Waktu terbaik untuk mendaki adalah pagi hari, tepat setelah matahari terbit, karena menjelang siang pemandangan Gunung Welirang kerap tertutup kabut. Selain itu, padang rumput dan kawasan hutan mati di sekitar puncak bisa menjadi spot foto yang menarik.
Solo hiking bukan hanya tentang mendaki seorang diri, tetapi juga tentang membangun koneksi dengan alam dan melatih kepercayaan diri. Empat bukit di Mojokerto ini bisa menjadi awal perjalanan yang aman dan menyenangkan bagi para pendaki pemula. (Riris*)
