
Banyuwangi, (Kabarterdepan.com) – Sebagai bagian dari program jangka panjang untuk memperkuat pengelolaan komoditas kakao, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 Kebun Kendenglembu di Banyuwangi, Jawa Timur, ditetapkan sebagai Center of Excellence Kakao Indonesia oleh Tim Project Management Office (PMO) Kopi dan Kakao Nusantara, Selasa (18/2/2025)
Tim PMO Kopi dan Kakao Nusantara, yang dibentuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir, memiliki mandat untuk mengembangkan bisnis komoditas kopi dan kakao secara khusus. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan dan meningkatkan daya saing kopi dan kakao Indonesia di pasar global.
Dwi Sutoro, Ketua Tim PMO Kopi dan Kakao Nusantara, mengungkapkan penetapan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kakao Indonesia. “Kami melihat potensi besar yang dimiliki oleh PTPN I Regional 5 Kebun Kendenglembu dalam pengelolaan kakao,” katanya.
Dwi Sutoro juga menambahkan bahwa dengan menjadikan PTPN I Regional 5 Kebun Kendenglembu sebagai Center of Excellence Kakao Indonesia, diharapkan pengelolaan komoditas ini akan lebih terstruktur dan kompetitif, yang pada akhirnya berdampak positif pada produktivitas kakao.
“Kami ingin membangun pusat bagi para pelaku bisnis di bidang kakao. Dimana dalam satu tempat, bisa mendapatkan segala informasi mengenai budidaya kakao,” ujarnya.
Selain itu, Dwi Sutoro juga menjelaskan bahwa kehadiran Center of Excellence ini akan menjadi contoh bagi perkebunan kakao lainnya di Indonesia. PTPN Group telah lama dikenal dengan kualitas komoditas kakao yang luar biasa, dan potensi tersebut dimiliki oleh PTPN I Regional 5 Kebun Kendenglembu.
“Ke depan, program ini tidak hanya menjadi percontohan dalam pengelolaan kakao yang baik dan benar, namun juga bisa dikembangkan sebagai destinasi edukasi pengelolaan kakao, riset, hingga meningkatkan kualitas dan daya saing di pasar internasional,” terangnya.
Winarto, Regional Head PTPN I Regional 5, menyambut baik penetapan Kebun Kendenglembu sebagai Center of Excellence Kakao Indonesia. Ia menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program ini dan akan bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan. “Kami memiliki sumber daya yang dibutuhkan dalam pengelolaan komoditas kakao, mulai dari lahan, bibit, hingga pengelolaan kakao. Jadi, kami sangat siap mendukung program ini,” kata Winarto.
PTPN I Regional 5, lanjut Winarto, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kebun Kendenglembu sebagai Center of Excellence Kakao Indonesia. Ia berharap program ini akan meningkatkan kualitas pengelolaan kakao dan menjadikan kebun tersebut sebagai pusat keunggulan kakao di Indonesia.
“Dengan adanya program ini, kami akan menyesuaikan program-program kerja yang ada, sehingga bisa memberikan manfaat untuk perusahaan dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Hastudy Yunarko, Manajer PTPN I Regional 5 Kebun Kendenglembu, menyatakan bahwa kebun tersebut memiliki 220 hektar lahan yang ditanami kakao jenis Edel dan kakao Bulk. “Kami terus berupaya meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao yang dihasilkan Kebun Kendenglembu,” terang Hastudy.
Dengan ditetapkannya PTPN I Regional 5 Kebun Kendenglembu sebagai Center of Excellence Kakao Indonesia, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan industri kakao di Indonesia.
“PTPN I Regional 5 Kebun Kendenglembu akan terus berinovasi dan berkomitmen untuk menjadi yang terbaik dalam pengelolaan kakao,” pungkas Hastudy. (roni)
