Proyek Migas Forel dan Terubuk di Natuna Akan Hasilkan 20 Ribu BPH dan Gas 60 MMSCFD

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 05 19 at 11.13.58 9ec1e9d8
Potret Lapangan Minyak Forel dan Terubuk di Kepulauan Natuna. (Sekretariat Presiden)

Kepulauan Riau, Kabarterdepan.com — Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan proyek energi strategis di dalam negeri.

Salah satu proyek unggulan terbaru adalah Lapangan Minyak Forel dan Terubuk di Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yang diresmikan Presiden Prabowo secara virtual, Jumat (16/5/2025).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengungkapkan, lapangan migas tersebut diperkirakan menghasilkan total produksi minyak mencapai 20 ribu barel per hari, serta tambahan produksi gas sekitar 60 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

“Kegiatan ini akan menghasilkan total produksi sekitar 20 ribu barel per hari dan ada tambahan gas sekitar 60 mmscfd (million standard cubic per day). Tentu dengan adanya penambahan produksi ini akan memperkuat ketahanan energi kita,” ujarnya di Istana Kepresidenan.

Yuliot menegaskan bahwa proyek ini merupakan buah dari investasi anak bangsa, baik dari sisi teknis maupun finansial. Hampir seluruh komponen proyek mengandalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi bahkan mendekati 100 persen.

“Seluruh fasilitas dalam rangka pelaksanaan kegiatan investasi ini dilakukan oleh anak bangsa. Hampir seluruh komponen TKDN atau 100 persen TKDN itu berasal dari dalam negeri,” jelasnya.

Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan blok South Natuna Sea Block B yang dikelola oleh Medco E&P Natuna Ltd. Investasi yang digelontorkan untuk proyek ini tidak sedikit, mencapai hampir Rp10 triliun.

“Dengan adanya investasi oleh Medco ini, total investasi yang dikucurkan itu ada hampir 10 triliun. Tentu dengan adanya fasilitas ini akan lebih memperkuat ketahanan energi kita ke depan,” imbuh Yuliot.

Lapangan Forel dan Terubuk diharapkan menjadi salah satu pilar strategis dalam menstabilkan pasokan energi dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta membuka lapangan kerja dan peluang usaha di wilayah perbatasan strategis Indonesia. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page