Presiden Prabowo Kumpulkan 8 Naga di Istana, Ini Poin Penting yang Dibahas

Avatar of Redaksi
Snapinst.app 483158699 18349593145197981 3456098517326794360 n 1080
Pertemuan Presiden Prabowo dengan 8 Naga di Istana Kepresidenan. (@kemensetneg.ri / Kabarterdepan.com)

Nasional, Kabarterdepan.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengundang sejumlah pengusaha besar Indonesia ke Istana Kepresidenan pada Kamis (6/3/2025).

Pertemuan ini bertujuan untuk membahas lebih lanjut mengenai BP Investasi Danantara serta strategi pengelolaan aset nasional yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya mendapatkan nasihat dari para pelaku bisnis berpengalaman.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah membutuhkan pandangan yang kritis serta keberanian untuk terus belajar demi memastikan investasi yang tepat bagi masa depan Indonesia.

“Saya rasa kami memang memerlukan nasihat-nasihat yang kritis. Kami selalu memerlukan nasihat-nasihat kritis dan juga keberanian untuk belajar dari satu sama lain. Saya rasa inilah kuncinya,” ujarnya.

Para pengusaha yang hadir dalam pertemuan ini merupakan tokoh-tokoh ekonomi Indonesia dengan pengalaman puluhan tahun di sektor bisnis dan investasi.

Di antara mereka, terdapat delapan nama yang dikenal sebagai bagian dari kelompok “8 Naga,” yaitu Anthony Salim, Sugianto Kusuma (Aguan), Prajogo Pangestu, Garibaldi Thohir (Boy Thohir), Franky Oesman Widjaja, Dato Sri Tahir, James Riady, dan Tomy Winata.

Selain mereka, beberapa pengusaha besar lainnya turut hadir, seperti Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Chairul Tanjung, Hashim Djojohadikusumo, dan Hilmi Panigoro.

Dari pihak BP Investasi Danantara, hadir pula CIO Pandu Sjahrir dan COO Dony Oskaria. Sementara itu, sejumlah menteri ikut serta dalam diskusi tersebut, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Namun, dalam daftar tokoh bisnis yang hadir, salah satu sosok yang kerap disebut bagian dari “9 Naga,” yakni Robert Budi Hartono, tidak tampak dalam pertemuan tersebut. Pemilik BCA dan Djarum Group ini juga tidak terlihat dalam foto resmi acara.

Prabowo menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan pandangan dan masukan dari para pelaku bisnis guna memastikan pengelolaan aset nasional dilakukan dengan efisiensi tinggi dan berdaya saing global.

“Kita mengundang semua pihak yang bisa memberi kepada kita suatu pandangan-pandangan yang kritis, pengalaman mereka, bagaimana mereka melakukan investasi,” katanya.

Selain membahas investasi, pertemuan ini juga menyoroti sejumlah isu strategis, termasuk program prioritas makan bergizi gratis, pembangunan infrastruktur, penguatan industri tekstil, serta upaya mencapai swasembada pangan dan energi. Isu industrialisasi dan strategi investasi bersama Danantara juga menjadi agenda utama dalam diskusi tersebut.

Prabowo menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengelola aset nasional, seraya memastikan bahwa ekonomi Indonesia mampu bersaing dengan entitas global.

“Sehingga nanti pengelolaan aset-aset Indonesia itu bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehati-hati mungkin, dan bahwa nanti semua entitas ekonomi kita dilaksanakan dengan efisiensi yang bisa bersaing dengan semua entitas di dunia,” jelasnya.

Menutup pertemuan, Prabowo menyampaikan harapannya agar Danantara dapat bergerak cepat dalam menjalankan tugasnya, namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

“Kita akan bergerak dengan cepat tapi kita akan bergerak dengan sangat teliti dan hati-hati,” pungkasnya.

Dengan adanya diskusi ini, pemerintah berharap dapat memperkuat sinergi dengan para pelaku bisnis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta memastikan investasi dan pengelolaan aset negara berjalan optimal demi kesejahteraan rakyat Indonesia. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page