Prabowo Sindir Koruptor di Hadapan Buruh: “Saya Ikhlas Mati, Hentikan Korupsimu!”

Avatar of Redaksi
SmartSelect 20250501 222722 YouTube
Presiden Prabowo saat berpidato di hadapan buruh. (Sekretariat Presiden)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melontarkan pernyataan tegas terkait komitmennya dalam memberantas korupsi di Tanah Air.

Dalam pidato yang disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025), Prabowo menyampaikan sindiran keras kepada para pelaku korupsi yang dinilai telah merampas kekayaan negara.

“Kami sudah melihat, kami sudah menghitung kekayaan bangsa Indonesia begitu besar, masalahnya maling-malingnya juga banyak,” ujar Prabowo di hadapan ribuan buruh yang memadati kawasan Monas.

Prabowo menekankan bahwa pemerintahannya akan terus berjuang untuk menghapus praktik korupsi dari negeri ini, meskipun jalan yang ditempuh tidaklah mudah. Ia mengaku mendapat berbagai tekanan sejak menjabat sebagai kepala negara, namun menyatakan tidak gentar.

“Pemerintah yang saya pimpin berusaha untuk menghilangkan korupsi dari bumi Indonesia. Saya tahu bahwa ini bukan pekerjaan ringan. Ini pekerjaan berat. Saya tiap hari diejek, tiap hari diancam, tiap hari macam-macam, tapi saya tidak gentar. Saya sudah katakan, saya rela, saya ikhlas mati untuk bangsa dan rakyat saya!” Tegasnya.

Prabowo juga memberi peringatan keras kepada para aparatur negara yang masih terlibat praktik korupsi. Ia menegaskan bahwa mereka digaji oleh rakyat dan tidak seharusnya mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan.

“Saya sudah sampaikan, hai kalian-kalian yang di dalam lembaga-lembaga pemerintah, kalian digaji oleh rakyat, saya katakan hentikan korupsimu, hentikan. Kalian mencuri uang rakyat. Hentikan. Dan saya minta dihentikan secepat-cepatnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa banyak pihak merasa resah atas kepemimpinannya karena ia memahami berbagai tipu muslihat yang terjadi selama ini.

“Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Banyak yang takut saya jadi presiden. Kenapa mereka takut aku jadi presiden? Karena gue ngerti tipu-tipu mereka. Saya tahu semua,” ucapnya, disambut sorak sorai massa buruh.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk mengembalikan aset-aset negara yang dirampas oleh oknum tertentu, dengan menyebut dirinya sebagai putra asli Betawi yang memahami betul nilai-nilai keadilan dan kepemilikan rakyat.

“Saya lahir di Betawi, besar di Betawi. Saya tahu mana aset-aset milik rakyat, dan saya akan tarik kembali untuk rakyat,” tegas Prabowo.

Presiden juga mengutip dasar konstitusi negara sebagai landasan hukum dalam perjuangannya untuk memastikan kekayaan alam Indonesia digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Saya sudah bicara dengan hakim-hakim agung. Dasar Undang-Undang Dasar kita kuat. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” jelasnya.

Dalam momen tersebut, Prabowo turut menyatakan dukungannya terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai langkah konkret dalam pemberantasan korupsi.

“Saya mendukung undang-undang perampasan aset, saya mendukung. Enak aja udah nyolong ga mau mengembalikan aset, saya tarik saja itu,” imbuhnya.

Diketahui, acara peringatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 200.000 buruh dan pekerja dari berbagai daerah. Presiden Prabowo menjadi Presiden RI ke-2 yang menghadiri aksi buruh selang 60 tahun terakhir. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page