Prabowo Sebut MBG Ciptakan 290 Ribu Lapangan Kerja Baru

Avatar of Redaksi
SmartSelect 20250816 200805 YouTube
Potret Presiden Prabowo saat menyampaikan pidatonya dalam Sidang Tahunan MPR-RI serta Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI. (Sekretariat Presiden)

Jakarta, Kabarterdepan.comPresiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai fondasi dalam membangun generasi emas Indonesia.

Prabowo mengungkapkan bahwa MBG telah memberikan dampak besar, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

Sejak dijalankan tujuh bulan lalu, program ini telah menjangkau 20 juta anak sekolah, anak prasekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Angka kehadiran anak di sekolah meningkat. Prestasi anak-anak di sekolah meningkat. Per hari ini sudah ada 5.800 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi di 38 provinsi. MBG telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur-dapur,” bebernya dalam Sidang Tahunan MPR-RI serta Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Prabowo menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang yang bahkan diakui PBB sebagai salah satu strategi terbaik untuk membangun masa depan bangsa.

Selain memperbaiki gizi generasi muda, pemerintah juga terus fokus memastikan kemandirian pangan nasional. Prabowo menyebut sejumlah langkah strategis tengah dilakukan, mulai dari pembukaan jutaan hektare sawah baru di Kalimantan, Sumatera, dan Papua, hingga pemangkasan birokrasi penyaluran pupuk agar langsung diterima petani.

“Hari ini kita surplus produksi beras. Stok cadangan beras nasional lebih dari 4 juta ton, tertinggi dalam sejarah NKRI. Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Indonesia kembali bisa mengekspor beras dan jagung. Saya melihat di mana-mana para petani tersenyum karena harga gabah stabil dan penghasilan mereka meningkat,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan sikap tegas pemerintah terhadap praktik curang di sektor pangan, termasuk penimbunan dan manipulasi harga serta tidak ada ruang bagi oknum-oknum ‘serakahnomics’ yang hanya mengejar keuntungan dengan mengorbankan kesejahteraan rakyat.

“Usaha penggilingan beras skala besar harus mendapat izin khusus dari pemerintah kalau masih ingin beroperasi. Kalau tidak, silakan pindah ke bidang lain. Jangan main di atas kebutuhan dasar rakyat Indonesia,” tegasnya. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page