
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, bertakziah ke rumah duka empat siswa SMPN 7 Kota Mojokerto yang menjadi korban laka laut di Pantai Drini, Yogyakarta, Kamis (30/1/2025).
Dalam kunjungannya, ia menyampaikan belasungkawa, membaca tahlil bersama, serta menyerahkan bantuan kepada keluarga korban.
Adapun empat korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut adalah:
– Bayhaki Faqtiyansyah, beralamat di Kali Jaring, Penompo, Jetis.
– Alfian Aditya Pratama, beralamat di Flamboyan, Wates.
– Rifky Yoeda Pratama, beralamat di Perumahan Tirta Suam, Magersari.
– Malven Yusuf Aditya, beralamat di Al Azhar, Balongrawe.
“Kami atas nama Gubernur, pemerintah, turut berduka cita atas musibah ini. Tentunya bagi kita bagaimana melakukan evaluasi terhadap program-program yang terkait dengan anak-anak kita,” ujar Adhy Karyono saat ditemui di kediaman almarhum Rifky Yoeda Pratama di Perumahan The Suam Residence Blok N Nomor 06, Kedundung, Magersari, Kota Mojokerto.
Adhy menekankan pentingnya evaluasi terhadap program outing class agar lebih memperhatikan aspek keselamatan, terutama dalam menentukan destinasi yang aman bagi siswa.
“Untuk programnya sendiri memang itu bagus ya, penting untuk perkembangan anak-anak. Tetapi tentu saja kita harus melihat pertama, destinasi yang akan dituju betul-betul aman. Apalagi musim liburan seperti di bulan Februari ini pasti bersamaan dengan musim penghujan dengan bencana hidrometeorologi yang punya potensi sangat besar, termasuk gelombang tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar keamanan dan pengawasan terhadap siswa selama kegiatan benar-benar diperhatikan.
“Tentu terkait dengan securitinya, bagaimana anak-anak bisa bermain dengan aman di tempat yang memang ada pendampingnya dan sebagainya, itu dipastikan,” tambahnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya jadwal kegiatan yang mempertimbangkan kondisi fisik siswa, khususnya tingkat SD dan SMP.
“Jadwal untuk memperhatikan kondisi karena khususnya SD dan SMP tentu tidak bisa berjadwal, harus istirahat dulu baru berenang. Jadi, memperhatikan jadwal yang betul-betul cukup ya kondusif,” ungkapnya.
Adhy juga menegaskan bahwa evaluasi ini berlaku untuk seluruh sekolah di Jawa Timur.
“Tentu kami sudah minta, bukan hanya Mojokerto, tapi semuanya kita himbau untuk para sekolah distrik untuk bisa memperhatikan hal-hal seperti itu,” katanya.
Menurutnya, selain faktor destinasi, transportasi yang digunakan dalam kegiatan sekolah juga perlu menjadi perhatian utama.
“Kemarin kita betul-betul hanya me-warning bahwa untuk kegiatan-kegiatan studi banding, outing class, atau apapun ceritanya. Kemarin kita konsennya adalah untuk penggunaan kendaraan yang benar-benar kondisi yang layak, jangan karena harga dan sebagainya,” ujarnya.
Ia juga menyinggung upaya pencegahan serupa untuk tingkat SMA, terutama dalam pemilihan destinasi yang aman.
“Sama kami akan warning juga untuk SMA yang terkait dengan destinasi yang aman, nyaman, dan tidak membahayakan,” tambahnya.
Ketika ditanya mengenai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ini, Adhy menekankan bahwa hal tersebut harus diserahkan kepada pihak berwenang.
“Ya tentu kita serahkan kepada pihak-pihak ya. Yang pertama, saya ingin sebetulnya keluarga semua jangan dibebankan dulu dengan hal itu ya. Ini sesuatu musibah, sama-sama kita musibah dari Allah SWT lah ya. Kita harus terima dulu ini,” ucapnya.
Meski begitu, ia mengakui bahwa evaluasi tetap perlu dilakukan untuk melihat berbagai faktor penyebab kecelakaan.
“Tentu ada faktor-faktor, misalnya pengelola wisata di tempat itu yang mungkin keamanannya kurang. Kemudian juga kalau dari pihak sekolah, panitia, itu jadwalnya mungkin terlalu ketat. Tidak bisa kita menyalahkan begitu saja,” jelasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Adhy memastikan bahwa pemerintah telah memberikan santunan kepada keluarga korban.
“Kita seperti biasa tugas dari pemerintah, pertama kami tidak sekedar untuk hadir menemui keluarga. Kita juga memberikan santunan untuk yang meninggal karena bencana itu Rp10 juta plus bantuan-bantuan lainnya. Dan juga tadi ada dari bantuan dari anggota DPD provinsi, Rp5 juta. Itu yang mudah-mudahan bukan dari angkanya, tapi ini bagian dari rasa prihatin kami untuk meringankan,” tuturnya.
Dalam takziah ini, Adhy Karyono didampingi oleh Pj Wali Kota Mojokerto, Sekda Kota Mojokerto, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ketua PN Mojokerto, Wakil Bupati Mojokerto, dan jajaran OPD lainnya. (Riris*)
