Pj Gubernur Jatim Apresiasi Atlet Peparnas XVII dan Paralimpik Paris 2024, Bonus hingga Rp400 Juta

Avatar of Redaksi
IMG 20241215 WA0011 11zon scaled
Potret foto Pj Gubernur Jatim dan pejabat lainnya bersama para atlet (Riris)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Penyerahan penghargaan dan bonus atlet berprestasi Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII dan Paralimpiade Paris 2024 berlangsung di Lapangan Sepak Bola Panggreman Kota Mojokerto, Sabtu (14/12/2024) sore.

Bonus dan penghargaan bagi atlet, pelatih, dan tenaga pendukung diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono.

Berikut rincian bonus yang diberikan kepada para atlet:

Peraih Medali Peparnas XVII 2024:

Medali Emas:

– Rp 250 juta untuk kategori perorangan.

– Rp 200 juta untuk kategori beregu (2-3 orang).

– Rp 125 juta untuk kategori beregu besar (6 orang atau lebih).

Medali Perak:

– Rp 110 juta untuk kategori perorangan.

– Hingga Rp 60 juta untuk kategori beregu besar (6 orang atau lebih).

Medali Perunggu:

– Rp 50 juta untuk kategori perorangan.

– Hingga Rp 25 juta untuk kategori beregu besar (6 orang atau lebih).

Peraih Medali Paralimpik Paris 2024:

– Bonus sebesar Rp 400 juta atas pencapaian medali perak.

Total penghargaan diberikan kepada 136 penerima mencakup atlet peraih medali, atlet tanpa medali, pelatih, dan tenaga pendukung.

Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, S.STP., M.Si., CIPA, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian gemilang yang diraih kontingen Jawa Timur di ajang Peparnas XVII. Kontingen Jawa Timur, yang terdiri dari 83 atlet, 23 pelatih, dan 10 tenaga pendukung, sukses menempati posisi 10 besar dalam klasemen akhir Peparnas XVII dengan perolehan 21 medali emas, 20 perak, dan 11 perunggu. Di Paralimpik Paris 2024, atlet Jawa Timur, Khalimatus Sadiyah, turut menyumbang medali perak di cabang bulutangkis.

“Kami berharap bonus ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berprestasi. Penghargaan ini adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan olahraga disabilitas di Jawa Timur,” ujar Hadi.

Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang luar biasa.

“Ternyata hampir dua kali lipat memperoleh medali emas 21, perak 20, dan perunggunya 11. Itu perolahan prestasi yang luar biasa untuk Jawa Timur. Tidak semua cabang diikuti tetapi bisa mendapatkan ranking 10 dan perolehannya dua kali lipat,” ungkapnya.

Pemerintah Jawa Timur telah berupaya untuk menyetarakan bonus bagi atlet PON dan Peparnas, menanggung pajak sepenuhnya, dan menaikkan anggaran pembinaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dari Rp500 juta menjadi Rp2,5 miliar.

“Jadi tidak kami bedakan dan juga yang terpenting pajaknya juga tidak bebankan kepada penerima bonus. Pajaknya semua ditanggung oleh pemerintah. Kemudian kami juga menambah untuk anggaran pembinaan NPCI Jawa Timur yang tadinya Rp500 juta menjadi Rp2,5 Miliar,” paparnya.

Selain itu, pihaknya berharap peningkatan dukungan dapat memperkuat atlet tanpa membebani mereka, sambil terus menggandeng pihak swasta dan perbankan untuk membantu NPCI.

“Mudah-mudahan itu bisa menambah kekuatan kemudian tidak merepotkanlah atlet-atlet tapi di luar itu memang masih banyak yang ingin bantu kami berusaha untuk dari pihak dunia usaha maupun perbankan untuk bisa masuk ke membantu NPCI,” tambahnya.

Pihaknya juga akan mengidentifikasi cabang olahraga baru, mencari bibit atlet, melatih, dan memanfaatkan anggaran untuk mendukung partisipasi mereka.

“Tentu ke depan seperti apa kami ingin identifikasi kembali mana cabang olahraga yang belum pernah ikut, kita cari bibit-bibitnya, kita persenjatai dan kita latih, kemudian ya kita mumpung ada anggaran kita bisa imitasi diikutkan,” lanjutnya.

Tak lupa, Pj Gubernur Jatim terus berharap agar semangat juang atlet terus meningkat terutama untuk disabilitas. Kurangnya pembinaan akan ia upayakan perubahan yang lebih baik di tahun 2025.

“Mudah-mudahan semangat juangnya bisa loncat ya, kalau di Olimpiade mungkin lebih sulit, tapi ternyata untuk disabilitas bisa masuk. Nah ini bagian penting bahwa kami menyadari bahwa pembinaan kita masih kurang. Oleh karena itu 2025 kita start untuk menjadi yang lebih baik, lebih profesional,” pungkasnya.

Diketahui, acara penyerahan bonus tersebut turut hadir Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, Sekda Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, dan Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page