
Surabaya, Kabarterdepan.com — Traide Sriadi atau yang akrab disapa Try, praktisi komunikasi korporat PT Petrokimia Gresik, mengingatkan kembali peran strategis pupuk sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” bagi ketahanan pangan Indonesia sekaligus menceritakan perjalanan transformasi komunikasi perusahaan selama delapan tahun terakhir.
Pupuk Penopang Produksi Pangan Global
“Tidak ada negara yang merdeka dan berdaulat tanpa mampu memproduksi pangan sendiri,” tegas Try, mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan populasi dunia mencapai 8,3 miliar jiwa dan Indonesia 287 juta jiwa, lahan pertanian terus menyusut akibat alih fungsi menjadi perumahan dan kawasan komersial. Satu-satunya jalan yang realistis adalah intensifikasi pertanian melalui pupuk berkualitas.
Menurut data Our World in Data yang dikutip Try, 48% penduduk dunia saat ini dapat makan karena keberadaan pupuk kimia. Tanpa pupuk, satu hektare sawah hanya mampu menghasilkan rata-rata 5 ton gabah per panen, namun dengan pupuk yang tepat dapat melonjak menjadi 8–11 ton per hektare.
PT Petrokimia Gresik, anak perusahaan Pupuk Indonesia Holding Company, memproduksi sekitar 40% atau 9,5 juta ton pupuk bersubsidi nasional setiap tahunnya.
Selain pupuk, perusahaan yang berdiri di atas lahan 550 hektare dengan 36 pabrik ini juga menghasilkan 11 juta ton produk non-pupuk seperti CO₂ cair, amonia industri, dan surfaktan. “Petrokimia Gresik adalah perusahaan solusi agroindustri, bukan sekadar produsen pupuk,” jelas Try.
Selama periode 2017–2025, tim komunikasi korporat Petrokimia Gresik melakukan transformasi menyeluruh. Awalnya dokumentasi perusahaan tidak terkelola, media sosial kaku, dan komunikasi bahkan dianggap “tidak ada kerjaan” oleh sebagian internal.
Kini, semua telah berubah: dokumentasi terpusat di cloud storage berkapasitas puluhan terabyte, konten media sosial berbasis data dan pesan terarah, serta lahirnya EI Squad (Employee Influencer Squad) yang melatih ratusan karyawan lintas divisi menjadi influencer perusahaan.
Hasilnya, impresi organik akun-akun karyawan mencapai 22 juta dalam waktu singkat, disertai berbagai penghargaan komunikasi tingkat nasional hingga Singapura.
“Kami harus agile dengan empat kunci utama: mau mikir dan merencanakan jauh ke depan, mau kreatif meski anggaran terbatas, terus mengikuti isu berbasis data, serta mau kopi darat dengan wartawan dan stakeholder,” ujar Try sambil tersenyum.
Kreativitas Tanpa Batas meski Anggaran Terbatas
Try juga membagikan resep sukses komunikasi korporat dengan sumber daya minim: perencanaan tahunan yang detail, communication framework yang kokoh, agenda setting yang terukur, hingga kampanye kreatif berbiaya murah seperti lagu visi-misi perusahaan dan video joget yang viral.
“Kreativitas bukan bakat langka, tapi kemauan. Batasan hanya ada di pikiran kita—dan terkadang di anggaran,” candanya disambut tawa hangat audiens.
Di akhir sesi, Try mengajak generasi muda untuk lebih mengenal peran strategis industri pupuk dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia.
“Petrokimia Gresik mungkin tidak sepopuler Pertamina atau PLN, tapi kami ada di balik setiap butir nasi yang kalian makan setiap hari. Mari bersama menjaga pahlawan tanpa tanda jasa ini agar Indonesia tetap berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat atas pangannya sendiri,” ujar Try menutup presentasinya dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
