
Jember, kabarterdepan.com-Â
Gerak Jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra) 2025 kembali kaka digelar Pemkab Jember.
Gerak jlana dengan jarak tempuh 30 km dengan start dari Tanggul – finish Alun-alun Jember ini sudah menjadi tradisi icon bagi kabupaten Jember yang selalu dinantikan masyarakat.
Pantauan di sekretariat Panitia pelaksana Gerakan jalan di GOR PKPSO Ajung, per tanggal 24 Juli 2025, jumlah pendaftar sudah mencapai sekitar 2.100 orang. Mereka terdiri dari beregu dan perorangan yang resmi sudah mendaftar. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah menjelang penutupan pendaftaran pada 20 Agustus 2025.
“Target kami kalau tahun kemaren dengan hadiah utama 2 umroh peserta mencapai sekitar 15.000 peserta.. Tapi untuk tahun ini hadiahnya sepeda motor matic dan banyak door prize menarik lainnya dengan total hadiah 100 juta rupiah,” ujar Kadispora Jember, Eko Budi Susilo.
Menurutnya, pendaftaran kegiatan Tajemtra 2025 gratis dan peserta diasuransikan.
“Oleh sebab itu kami mengimbau kepada warga Jember dan pendaftar dari luar Jember bisa mendaftar di sejumlah tempat yang telah kami siapkan untuk mempermudah akses masyarakat, di antaranya Kantor Dispora Jember, GOR PKPSO Kaliwates, serta kantor kecamatan di Tanggul, Rambipuji, Kalisat, Mayang, dan Wuluhan,” terangnya.
Edy Budi Susilo menegaskan, jika Tajemtra 2024 usia peserta minimal 17 tahun, maka untuk tahun ini minimal usia 15 tahun.
“Jadi untuk peserta pelajar bisa minta rekomendasi dari pihak sekolah dan jangan lupa surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit,” Imbaunya.
Edy Budi Susilo menambahkan bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar secara langsung, panitia juga menyediakan opsi pendaftaran daring melalui tautan : https://bit.ly/PENDAFTARANTAJEMTRA2025, guna memfasilitasi peserta dari luar kota maupun mereka yang memiliki keterbatasan waktu.
“Tajemtra 2025 bukan sekadar gerak jalan, tapi juga menyehatkan. Selain itu sebagai momentum kebersamaan yang mengakar dalam semangat masyarakat Jember. Mari kita jaga dan terus hidupkan tradisi ini,” kata Edy Budi Susilo. (Lana)
