Perjuangan THL di Banyuwangi Tes PPPK dari Dalam Mobil Ambulans

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241209 050644
Titin saat mengikuti tes PPPK. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Perjuangan seorang Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi UPTD Kecamatan Genteng, Titin patut diacungi jempol.

Pasalnya, THL yang bekerja sejak 2014 itu memiliki tekad kuat untuk mengikuti mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Banyuwangi.

Dengan segala keterbatasan karena sedang dalam masa pemulihan usai melahirkan, Titin yang diperbolehkan mengikuti ujian, menyelesaikan tesnya dari dalam mobil ambulans, Minggu, (8/12/2024).

“Saya sudah 10 tahun 11 bulan bekerja sebagai THL di Dinas PU CKPP Banyuwangi. Karena itu saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengikuti ujian PPPK kali ini,” ungkap Titin.

Diceritakannya, dia mengikuti proses pendaftaran PPPK saat tengah hamil tua dan seminggu sebelum jadwal tes Computer Assisted Test (CAT), ia menjalani persalinan secara normal.

Namun ternyata, usai melahirkan anak keduanya itu, dia diharuskan rawat inap di rumah sakit karena kondisi yang masih membutuhkan penyembuhan.

“Karena saya merasa masih belum memungkinkan untuk beraktivitas dengan normal maka saya izin ke panitia seleksi PPPK untuk mengikuti ujian di dalam ambulans. Alhamdulillah diizinkan,” ujar Titin.

Titin mendapatkan jadwal ujian pada Minggu siang (8/12/2024) di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi.

Berangkat dari rumahnya ditemani sejumlah anggota keluarga dari Desa Tulungrejo Glenmore, sesampainya di lokasi ujian, tim panitia BKPP Banyuwangi dan tim CAT Badan Kepegawaian Nasional (BKN), segera menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pelaksanaan ujian tersebut di dalam ambulans.

Titin menjalani tes menggunakan fasilitas laptop yang disediakan oleh panitia. Ia juga didampingi langsung oleh pengawas dari tim CAT BKN.

“Alhamdulillah saya bisa melaksanakan ujian dengan lancar. Dengan masa kerja saya yang sudah lebih dari 10 tahun saya sangat berharap bisa lolos sebagai PPPK,” ujar Titin yang mendaftar pada formasi teknis Penata Layanan Operasional di Dinas PU CKPP.

Atas kegigihannya tetap mengikuti ujian meski dalam kondisi yang belum pulih, Titin mendapatkan apresiasi dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani yang sekaligus berterima kasih kepada BKN karena mengizinkan peserta yang membutuhkan perlakuan khusus ujian di dalam ambulans.

“Kami sangat mengapresiasi kegigihan Saudari Titin yang tetap mengikuti ujian kompetensi PPPK meskipun dalam kondisi yang kurang sehat. Semoga hasil yang didapatkan terbaik dan sesuai harapan,” harap Ipuk.

Ditambahkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Banyuwangi Ilzam Nuzuli mengatakan, setelah mendapatkan informasi ada peserta yang sakit dan membutuhkan perlakukan khusus, langsung berkoordinasi dengan Tim CAT BKN yang ada di Banyuwangi.

“Pihak BKN langsung merespons cepat dengan memberikan izin pelaksanaan ujian tersebut. Karena pelaksanaan ujian PPPK ini di bawah pengawasan tim BKN sepenuhnya,” urai Ilzam.

Untuk diketahui, ujian kompetensi PPPK di Banyuwangi digelar mulai tanggal 4-16 Desember 2024 yang digelar untuk memenuhi 614 formasi yang dibutuhkan baik untuk tenaga teknis, tenaga Kesehatan dan guru. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page