Perdana Menteri hingga Presiden Nepal Mundur, Militer Bersiap Ambil Alih Negara?

Avatar of Redaksi
VideoCapture 20250911 154428
Potret gedung pemerintahan Istana Singha Durbar yang dibakar massa dalam aksi demonstrasi. (TikTok @sudhirism)

Internasional, Kabarterdepan.com – Krisis politik Nepal mencapai puncaknya setelah demonstrasi besar-besaran yang didominasi generasi muda atau Gen Z pada Senin (8/9/2025) dan berlanjut hingga Selasa (9/9/2025) lalu.

Gelombang protes yang awalnya dipicu larangan penggunaan media sosial berkembang menjadi aksi kemarahan atas korupsi dan gaya hidup mewah para elit.

Dari informasi yang beredar, demontrasi tersebut berujung pada pengunduran diri Perdana Menteri Sharma Oli disusul sejumlah menteri seperti Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak, Menteri Pertanian Ramnath Adhikari, Menteri Pemuda dan Olahraga Teju Lal Chaudhary, serta Menteri Air Pradeep Yadav.

Presiden Nepal, Ram Chandra Paudel, akhirnya juga menyatakan pengunduran diri, meninggalkan kekosongan kepemimpinan politik Nepal.

Di situasi darurat tersebut, muncul pertanyaan besar siapakah yang akan memegang kendali negara? Militer disebut-sebut akan mengambil alih situasi keamanan negara.

Dilansir India Today, militer Angkatan Darat Nepal memberi sinyal siap mengambil alih kendali sementara untuk menjaga stabilitas negara.

“Semua pihak, terutama generasi muda, diimbau untuk menjaga kerukunan sosial, perdamaian, dan persatuan nasional di tengah situasi sulit ini,” demikian pernyataan tersebut.

Dalam keterangan terpisah, Kepala Pasukan Keamanan Nepal menegaskan akan menindak tegas segala bentuk aksi kekerasan.

“Demonstrasi, vandalisme, penjarahan, pembakaran, dan serangan terhadap individu maupun properti akan dianggap kejahatan yang dapat dihukum. Personel keamanan siap mengambil tindakan tegas,” dikutip dari Al-Jazeera.

Diberitakan sebelumnya, ribuan demonstran menyerbu dan membakar rumah tokoh politik, termasuk kediaman eks PM Sharma Oli, serta kompleks parlemen Singha Durbar.

Para menteri di kawasan Bhaisepati dievakuasi lewat helikopter menuju Bandara Internasional Tribhuvan. Korban jiwa dalam aksi demonstrasi dilaporkan mencapai sedikitnya 22 orang. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page