
Blora, Kabarterdepan.com – Kabupaten Blora menempati posisi kedua dalam hal penyerapan gabah petani oleh Bulog se-wilayah eks Karesidenan Pati. Salah satu penyebabnya adalah Blora hanya punya satu gudang.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, Rabu (30/4/2025).
“Blora ada di posisi kedua, sementara posisi pertama Kabupaten Pati karena mereka punya dua gudang Bulog. Kita cuma satu,” kata Ngaliman.
Ngaliman menjelaskan, serapan padi selama Masa Tanam 1 (MT-1) oleh Bulog sekitar 6.338 ton gabah dari petani Blora. Harga beli gabah tersebut adalah Rp6.500 per kilogram. Target serapan tahun ini sendiri sebesar 18.439 ton.
“Serapan MT-1 ini baru sekitar 25 persen dari target Bulog tahun 2025,” ujarnya.
Meski baru seperempat dari target, Ngaliman optimis target 100 persen bisa tercapai pada akhir tahun 2025. Sehingga potensi perputaran ekonomi di kalangan petani Blora dapat meningkat.
Di sisi lain, Ngaliman juga menyampaikan dampak positif dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025, yang dampaknya langsung dirasakan oleh petani padi di Kabupaten Blora.
Diungkapkan, para tengkulak padi saat ini, telah mengikuti aturan, dengan membeli gabah dari petani minimal seharga Rp6.500 per kilogram.
“Bahkan ada petani yang lapor, gabahnya dibeli lebih mahal dari itu. Seperti yang di Kamolan, harganya bisa di atas Rp6.500,” tambahnya. (Fitri)
