Pendukung PSIM dan Persib Bandung Sepakat Damai, Kapolresta Yogyakarta Ingin Koordinator Kondisikan Anggotanya

Avatar of Redaksi
IMG 20250828 WA0003
Pertemuan pihak suporter PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung melakukan penyelesaian konflik yabg difasilitasi oleh Polresta Yogyakarta, Rabu (27/8/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Polresta Yogyakarta memberikan ruang bagi suporter PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung untuk berdamai setelah sebelumnya terjadi konflik di sejumlah titik di Yogyakarta.

Hal tersebut dilakukan dengan adanya media dan penyelesaian secara damai pada Rabu (27/8/2025) malam.

“Jadi kita mengharapkan dari masing-masing ketua ini, mengimbau kepada seluruh anggotanya agar paham bahwa permasalahan ini tentunya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia usai bertemu dengan supporter.

Eva tidak ingin kondisi serupa terjadi dan meminta para koordinator memberikan edukasi dan pemahaman kepada anggotanya terkait aturan larangan bertanding bagi suporter lawan pada kompetisi BRI Super League.

“Yang perlu kita pahami dan pedomani, sudah kita sampaikan tadi ke semua persuporter ini, bahwa peraturan Liga Indonesia itu, pertandingan away, tidak boleh ada suporter yang datang,” katanya.

“Nah ini yang perlu dipahami masing-masing supporter dan kedepannya agar jangan terulang kembali,” imbuhnya.

Terkait dengan rusaknya fasilitas dan 2 kendaraan yang ada di Terminal Ngabean pada saat bentrok antar suporter, hingga kini pihaknya masih menunggu laporan kepada polisi untuk bisa diproses.

“Tentu kita akan menunggu, kalau ada laporan nanti. Ada laporan dari pemilik, maka nanti akan kita lanjutin tentunya,” katanya.

Sementara itu Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin menyampaikan permohonan maaf atas telatnya respon yang diberikan pasca bentrokan tersebut terjadi.

Perselisihan yang sebelumnya terurai disebabkan akibat bus yang membawa suporter Persib Bandung menabrak suporter PSIM di Simpang Pingit telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Itu (kecelakaan di simpang pingit) sebenarnya sudah diselesaikan,” katanya.

“Waktu iitu juga kita mengutus teman-teman dari DPP, dan saya langsung komunikasi dengan Pak Kapolres juga. Kemudian ada kejadian lain yang mungkin itu disangkut-pautkan, padahal itu sama sekali tidak ada,” ujar Muslich.

Ketua Umum Viking Club Tobias Ginanjar menyampaikan bahwa Yogyakarta selalu memiliki tempat yang istimewa bagi pendukung Persib. Pihaknya tidak ingin masalah antar suporter terus berekembang.

“Intinya, semua itu terjadi karena cepatnya informasi saat ini di sosmed. Dan adanya kesimpangsiuran informasi yang tidak benar,” katanya.

Ia menyayangkan jika adanya sejumlah pihak yang tidak terkait dalam permasalahan tersebut menjadi korban.

“Jadi mudah-mudahan ini pelajaran buat teman-teman suporter juga untuk lebih bijak lagi menyikapi informasi di sosial media. Masing-masing supporter juga untuk tidak saling melempar isu yang tidak-tidak,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page