Pemprov Jateng Kembali Galakkan Pasar Murah untuk Jaga Stabilitas Harga

Avatar of Redaksi
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat mengecek pasar murah di pelataran Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. (Ahmad/kabarterdepan.com)
Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana saat mengecek pasar murah di pelataran Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. (Ahmad/kabarterdepan.com)

Semarang, Kabarterdepan.com – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana mengungkapkan kegembiraannya ketika mengecek langsung Pasar Murah Ramadan Berkah di pelataran Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng, Minggu (31/3/2024).

“Ini untuk memotong mata rantai, jadi langsung dipasarkan di Dinas Pertanian. Dan, harganya tadi kami cek betul, jauh lebih murah,” katanya.

Dalam Pasar Murah tersebut beragam produk pertanian dan olahannya, dipamerkan dan dijual dengan harga terjangkau.

Sejumlah komoditas pertanian yang dijual antara lain, kentang dengan harga hanya Rp14.000/ kg, sementara di pasar Rp 18.000/ kg. Labu siam, dibanderol per kilo dengan harga Rp6.000, di pasar Rp 8.000.

Cabai merah keriting bisa diperoleh dengan harga Rp8.000/200 gram. Selain itu beragam jenis sayur organik di jual dengan harga bervariasi, antara 5.000 sampai 20.000/pack.

Nana menyambut positif kegiatan yang mempertemukan langsung antara petani dengan konsumennya.

Sebab, petani untung lebih besar karena langsung bertemu konsumen. Sementara konsumen, dapat komoditas pertanian yang berkualitas dengan harga murah.

Nana mengatakan, pasar murah gencar diselenggarakan selain untuk membantu daya beli masyarakat di masa Ramadan dan menjelang Lebaran, juga sebagai upaya stabilisasi harga dan menjaga ketersediaan pasokan pangan.

“Kami menjamin ketersediaan pangan di Jateng ini cukup. Belilah secukupnya, karena ketersediaan pangan di Jateng sampai setelah Lebaran masih tersedia,” tuturnya.

Nana memperkirakan, selama Ramadan hingga Lebaran, perputaran uang mengalami peningkatan. Volume transaksi makanan dan minuman diprediksi naik antara 30% hingga 40%.

Demikian pula sektor lain. Seperti perdagangan, perhotelan/ pariwisata dan transportasi. Tingginya perputaran uang ini, diharapkan berdampak positif dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Jateng.

“Kita harapkan kondisi ini bisa terjaga. Di sini peran pemerintah dengan stakeholder lainnya akan terus melakukan pemantauan. Kita akan terus melakukan pengawasan terkait perkembangan ini,” pungkasnya. (Ahmad)

Responsive Images

You cannot copy content of this page