
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) terus berupaya mendorong para perajin batik di Kota Mojokerto untuk naik kelas.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun gedung Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Batik. Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro mengatakan, kehadiran sentra IKM batik dengan sarana dan prasarana yang memadai ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan nilai tambah batik Kota Mojokerto.
“Dengan adanya Sentra IKM Batik, kualitas produk dan nilai tambah Batik Kota Mojokerto semakin tinggi sehingga meningkatkan daya saingnya di khasanah Batik Nusantara,” ujarnya, Selasa (6/1/2024).
Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini meyakini keberadaan sentra IKM Batik nantinya akan menjadi berkah bagi perajin batik. Sebab akan meningkatkan omset dari perajin batik sehingga kesejahteraan juga meningkat.
“Sentra IKM Batik diharapkan omset IKM Batik meningkat, perajin Batik semakin sejahtera sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto,” terang Ali Kuncoro.
Langkah serius Pemkot Mojokerto terhadap batik tidak hanya ditampakkan dalam wujud bangunan sentra IKM batik saja. Namun berbagai kegiatan yang sifatnya non-fisik terus digarap oleh Diskopukmperindag Kota Mojokerto.
Salah satunya adalah pelatihan teknis produksi dan standarisasi produk yang digelar oleh Diskopukmperindag Kota Mojokerto, 10 – 14 Juli 2023 di Yogyakarta. Sebanyak 30 perajin batik Kota Mojokerto diajak ke Yogyakarta untuk menimba ilmu tentang batik di Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta, serta Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta.
Output dari pelatihan tersebut adalah memperkaya wawasan dan keterampilan teknik batik dan pewarnaan. Dengan demikian, perajin batik di Kota Mojokerto dapat melaksanakan proses produksi secara baik dan benar, serta memahami persyaratan standar produk yang berlaku pada 1 komoditas. Output lainnya adalah peserta mendapatkan sertifikat Kompetensi dari BBSPJIKB Yogyakarta.
Selain itu, Pemkot Mojokerto menginisiasi Pelatihan Prosedur dan Dokumentasi Perdagangan Luar Negeri, 24-26 Oktober 2023. Melalui pelatihan ini diharapkan 30 peserta yang ikut pelatihan tersebut memiliki wawasan dan pengetahuan tentang prosedur dan dokumentasi perdagangan luar negeri. Sehingga ke depan mempermudah jalan produk batik kota Mojokerto untuk bisa ekspor ke luar negeri.
Bukan hanya memberikan pelatihan saja, Pemkot Mojokerto juga memberikan fasilitas promosi dan pemasaran perajin batik dengan menggelar pameran batik, salah satunya di Sunrise Mall Kota Mojokerto yang digelar 6-10 Oktober 2023.
Dengan ikhtiar pembangunan sentra IKM Batik dan kegiatan non-fisik lainnya, Pj Wali Kota Mojokerto yakin produk batik Kota Mojokerto semakin cepat dikenal di masyarakat luas, baik tingkat regional, nasional bahkan internasional.
“Batik Kota Mojokerto dapat lebih dikenal dan digemari di pasar nasional, produk turunan Batik Kota Mojokerto semakin meningkat dan ekspor batik dapat ditingkatkan,” pungkas Ali Kuncoro. (*)
