Pangdam V Brawijaya Tinjau Gedung Negara Grahadi yang Terbakar saat Demo Surabaya

Avatar of Redaksi
IMG 20250831 WA0038
Pangdam V Brawijaya Mayjen Rudy Saladin saat meninjau Bangunan di Komplek Gedung Negara Grahadi yang terbakar. (Husni/kabarterdepan.com) 

Surabaya, kabarterdepan.com- Pangdam V Brawijaya Mayjen Rudy Saladin memantau langsung kondisi terkini salah satu bangunan di komplek Gedung Negara Grahadi yang terbakar saat aksi unjuk rasa pada Sabtu (31/08/2025) kemarin.

Ditemani beberapa jajarannya, dirinya melihat kondisi bangunan cagar budaya yang menjadi korban anarkisme massa yang tidak bertanggung jawab saat aksi unjuk rasa berlangsung.

Rudy mengaku sangat menyayangkan aksi pembakaran dan perusakan fasilitas umum, khususnya bangunan cagar budaya yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk menahan diri dan tidak merusak fasilitas umum yang justru akan merugikan masyarakat sendiri.

“Sungguh sangat disayangkan ya, ini adalah salah satu bangunan cagar budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya,” ungkap Rudy, Minggu (31/08/2025).

“Bangunan ini telah dibangun sejak tahun 1930 an, dan karena aksi dari segelintir oknum yang melempar bom molotov di bagian atap, menyebabkan api merembet dan membakar gedung,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Kabarterdepan.com, puing-puing bangunan masih berserakan, bahkan asap bekas kebakaran masih terlihat di beberapa titik. Gerbang sisi barat komplek Gedung Negara Grahadi juga terlihat roboh.

Rudy menuturkan untungnya kobaran api tidak sampai merembet ke gedung induk yang memiliki usia lebih tua, gedung tersebut telah dibangun sejak tahun 1795. “Untung api tidak sampai merembet ke gedung induk yang sudah dibangun sejak tahun 1700 an,” tuturnya.

Dirinya menghimbau masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya untuk menahan diri dan tidak berbuat anarkis. Aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang baik dan kepala dingin agar ketertiban dan keamanan dapat tetap terjaga.

“Tolong betul betul jaga kondusifitas, jangan mudah terprovokasi. Jangan anarkis karena dampaknya sangat luar biasa,” pungkasnya. (Husni Habib)

Responsive Images

You cannot copy content of this page