
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Menatap gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X yang akan berlangsung di Surabaya, Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, Imam Suyono, menyatakan optimisme tinggi terhadap peningkatan prestasi atlet.
Ia menilai, dengan waktu persiapan selama dua tahun, hasil yang dicapai ke depan akan jauh lebih baik dibanding Porprov IX di Malang yang hanya memberi waktu persiapan sekitar empat bulan.
“Harapan kami di Porprov X harus lebih baik dari sebelumnya. Dua tahun ke depan akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk memaksimalkan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet,” ujar Imam.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pembubaran kontingen sekaligus evaluasi pasca Porprov IX yang berlangsung di Aula Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto, Sabtu (26/7/2025).
Acara ini juga dihadiri jajaran pengurus KONI, termasuk Ketua Umum, Ketua Harian, Sekretaris, dan pengurus lainnya.
Imam juga mengungkapkan sejumlah evaluasi terhadap pelaksanaan Porprov IX. Ia mengakui bahwa kinerja KONI pada event tersebut belum sepenuhnya sesuai harapan karena masih dalam masa transisi kepengurusan.
KONI yang ia pimpin baru saja dilantik dan harus bekerja dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) warisan dari pengurus sebelumnya.
“Mohon maaf, kami baru menjabat dan masih menggunakan RAB dari pengurus lama. Karena itu, banyak kekurangan yang kami alami. Tapi kami berkomitmen untuk tetap menjadi pelayan bagi para atlet dan memperjuangkan mereka agar lebih berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” jelasnya.
Imam menegaskan komitmennya dalam menjunjung transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam pengelolaan anggaran KONI.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk turut mengawasi dan mengetahui secara terbuka setiap penggunaan anggaran.
“Saya sangat terbuka. Semua hal yang berkaitan dengan anggaran silakan ditanyakan. Tidak ada yang kami tutupi. Kami ingin bekerja dengan amanah dan jauh dari praktik korupsi,” tegasnya.
Imam juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi pemikiran untuk meningkatkan prestasi olahraga Mojokerto ke depan.
“Untuk membangun prestasi, tidak bisa sendiri. Diperlukan pemikiran bersama. Banyak masukan positif yang kami terima hari ini, dan insyaallah Mojokerto akan jauh lebih baik ke depannya,” pungkasnya. (*)
