Natal di Jombang Haru, Jemaat Nangis Saat Doakan Keselamatan RI

Avatar of Redaksi
natal
Suasana ibadah ratusan jemaat memenuhi GAB Damai Sejahtera di Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang. (Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, kabarterdepan.com – Suara pujian terdengar mengalun lembut dari dalam Gedung Gereja Allah Baik (GAB) Damai Sejahtera di Desa Sambong Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Dari anak-anak hingga lansia, ratusan jemaat tampak berjalan perlahan menaiki tangga gereja, membawa sukacita sekaligus harapan di perayaan Natal tahun ini.

Tidak hanya warga setempat, jemaat dari berbagai kecamatan di Jombang bahkan luar daerah turut hadir, menciptakan suasana keakraban dan persaudaraan yang kental. Saling sapa dan senyum hangat menjadi gambaran nyata kebersamaan dalam momen rohani tersebut.

Renungan Natal

Di tengah suasana tersebut, Pendeta Heri Soesanto menyampaikan renungan Natal dari mimbar. Dengan suara tenang namun penuh penekanan, ia mengingatkan bahwa Natal bukan sekadar perayaan, tetapi juga panggilan untuk mempersembahkan doa bagi negeri.

“Kami percaya Tuhan selalu memberikan keselamatan dan jalan keluar terbaik untuk kita semua,” ujarnya, pada Kamis (11/12/2025).

Pendeta Heri turut menyinggung berbagai ujian yang menimpa Indonesia sepanjang 2025, mulai bencana alam hingga situasi sosial yang tidak menentu. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi umat untuk mempererat persatuan dan memohon hikmat bagi para pemimpin.

“Pada perayaan kali ini kami ingin memberikan sumbangsih doa untuk keselamatan bangsa. Kami percaya kasih dan damai Kristus adalah jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Saat doa bersama dinaikkan, sebagian jemaat tampak menutup mata lebih lama. Ada yang menggenggam tangan pasangan, ada yang meneteskan air mata, menjadikan Natal tahun ini bukan sekadar ritual, tetapi momen menata ulang hati yang sempat goyah oleh ketidakpastian.

Pendeta Heri kembali mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Doa kami khususnya untuk persatuan, kerukunan, serta hikmat bagi para pemimpin negara,” tegasnya.

Ibadah ditutup dengan lagu penuh sukacita, namun kehangatan masih terasa saat jemaat keluar satu per satu. Anak-anak berlarian di halaman gereja, sementara orang tua berbincang tentang harapan menyambut tahun baru.

Meski tantangan global masih membayangi, Pendeta Heri mengajak jemaat tetap optimistis. Dari Sambong Dukuh, ia ingin semangat persatuan ini menular dan menjadi kekuatan memasuki tahun baru.

“Kami optimistis memasuki Tahun 2026. Kami akan memulai sesuatu yang baru,” pungkasnya. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page