Nahas, Pria asal Surabaya Terlindas Truk di Mojokerto hingga Tewas

Avatar of Andy Yuwono
Petugas mengevakuasi jenazah korban, Dwi Bayu Saputro (37), asal Surabaya yang tewas setelah motornya menabrak truk, Minggu (27/10/2024) malam (Andy / Kabarterdepan.com)
Petugas mengevakuasi jenazah korban, Dwi Bayu Saputro (37), asal Surabaya yang tewas setelah motornya menabrak truk, Minggu (27/10/2024) malam (Andy / Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kecelakaan lalu lintas di Jalan Bypass Mojokerto kembali terjadi, kali ini menimpa pria asal Surabaya yang tewas setelah motornya menabrak truk hingga membuat korban pun terlindas roda truk fuso tersebut.

Kejadian maut itu terjadi di depan pintu keluar Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Trowulan, Jalan Raya Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (27/10/2024) malam.

Korban adalah Dwi Bayu Saputro (37), asal Kelurahan Mendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya yang mengendarai sepeda motor jenis Supra 125 dengan nopol L 6583 OL.

Kendaraan korban bertabrakan dengan truk Fuso bermuatan roti dengan nopol AG 8420 EJ yang dikemudikan oleh Fahrurrozi (56), warga Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.

Sopir truk Fahrurrozi mengatakan, kendaraan truk yang dikendarai itu bermuatan roti dan melaju dari arah Jombang menuju arah Surabaya. Sesampainya dilokasi ia berniat istirahat di depan jembatan timbang Trowulan.

“Saya membawa muatan roti dari Bandung untuk dikirim ke Bangkalan istirahat di Jembatan Timbang,” katanya.

Sementara itu, petugas UPPKB Trowulan Baihaqqi, menuturkan pihaknya hanya mendengar suara keras dari lokasi kejadian yang merupakan insiden kecelakaan maut tersebut.

“Ada cahaya dari Jombang ke Surabaya, kendaraan truk mau masuk ke timbangan lewat pintu keluar. Ketika mobil setengah masuk, menutup jalan dari arah Surabaya ke Jombang ada suara hentakan keras,” katanya.

Setelah mendengar suara hentakan keras tersebut, masih kata Baihaqqi, ia kemudian keluar hendak mengecek kondisi di luar yang diduga ada kendaraan yang menabrak tembok UPPKB Trowulan. Namun ia tidak melihat apa-apa sehingga ia kemudian kembali ke lobby dan tidak lama kemudian yang datang menyampaikan ada kecelakaan.

“Saya kemudian keluar kembali mengecek lokasi kecelakaan. Ketika saya cek, korban dalam kondisi kepala pecah,” pungkasnya.

Jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim relawan dan PMI ke RS dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Sementara itu, petugas Satlantas Polres Mojokerto langsung tiba di tempat kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page