
Kabupaten Mojokerto, kabarterdepan.com – Sembari menitikkan air mata, Pengasuh Ponpes Salafiyah Al Misbar KH Moh Chusaini Ilyas (Kiai Chusaini) memberikan restu dan doa kepada Ikfina Fahmawati dan Sya’dulloh Syarofi atau Gus Dulloh (Idola), Rabu (25/9/2024).
Kiai Chusaini yang didampingi istrinya Nyai Hj Ma’rifah merupakan orang tua Gus Dulloh. Doa tersebut menjadi langkah awal pasangan Idola dalam memulai kampanye di Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto.
“Tak Dunganane (saya doakan, red) Alfatihah,” ucap Kiai Chusaini mengawali doanya.
Ikfina-Gus Dulloh pun khusyuk mengamini setiap doa dari Kiai Chusaini tersebut. Ikfina mengaku lebih memilih mengawali kampanye Pilbup Mojokerto dengan sungken meminta restu orang tua.
Hal itu akan memberikan kekuatan spiritual sebelum melangkah ke depan. Selanjutnya, pasangan Idola melakukan ziarah ke makam leluhur Kiai Chusaini, yakni Kiai Ilyas dan Mbah Hasan.
“Tentu sebelum melangkah, yang penting adalah restu dari para orang tua supaya semua dilancarkan,” terang Ikfina, Rabu (25/9/2024).
Aktifitas Pasangan Ikfina-Gus Dulloh
Kemudian keduanya lanjut mengunjungi kediaman mertua Ikfina di Desa Tampungrejo, Puri, Mojokerto. Pasangan Ikfina-Gus Dulloh juga meminta restu dari orang tua suami Ikfina, H Djakfaril dan Hj Fatimah. Dilanjut pasangan Idola ziarah ke makam para leluhur Djakfaril di Desa Tampungrejo.
Perjalanan selanjutnya, Ikfina-Gus Dulloh ziarah ke sejumlah makam manta Bupati Mojokerto. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Makam Pekuncen di Kelurahan Surodinawan, Prajuritkulon, Kota Mojokerto.
Di kompleks makam ini terdapat makam Bupati I tahun 1811-1827 R Adipati Prawirodirdjo, Bupati II tahun 1827-1850 R Adipati Tjondro Negoro.
Kemudian ada makam Bupati III Tahun 1850-1863 R Tumenggung Pandji Tjondro Negoro, Bupati VIII tahun 1933-1935 MNG Rekso Amitprodjo, Bupati IX tahun 1935-1945 dan Bupati XII tahun 1948-1949 R TAA Rekso Amitprodjo, Bupati X tahun 1945-1947 R TAA Rekso Amitprodjo.
Usia berdoa dengan khusyuk dan tabur bunga di kompleks makam tersebut, pasangan Idola lantas ziarah ke kompleks makam UNIM di Desa Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto. Di lokasi ini, Ikfina dan Gus Dulloh membaca tahlil di makam Bupati XX dan XXI tahun 1990-2000 Machmoed Zain. Mereka ditemani istri Machmoed Zain, Dewi.
Setelah itu, Ikfina dan Gus Dulloh ziarah ke makam Bupati XVI tahun 1965-1974 R Achmad Basoeni di Taman Makam Pahlawan, Kelurahan Miji, Kranggan, Kota Mojokerto. Makam Bupati IV tahun 1863-1866 R Tumenggung Kertokusumo dan makam Bupati XV tahun 1958-1965 R Ardi Sriwidjojo di Makam Eko Proyo, Desa Terusan, Gedeg, Mojokerto.
Makam Kromodjajan yang juga di Desa Terusan menjadi tujuan ziarah terakhir pasangan Idola. Di lokasi ini terdapat makam Bupati V tahun 1866-1894 RR Adipati Ariokromodjojo Adinegoro, Bupati VI tahun 1894-1916 Putera RAA Kromodjojo Adinegoro, serta makam Bupati VII tahun 1916-1933 R Adipati Kromo Adinegoro.
Ikfina menjelaskan, ziarah ke makam para Bupati Mojokerto untuk mendoakan dan menghormati jasa-jasa mereka. Sebab sebagai orang yang pernah memegang pucuk pimpinan di Bumi Majapahit, mereka banyak berbuat kebaikan yang memberi manfaat luas kepada masyarakat.
“Ini sebagai penghormatan kami, kami sebagai cabup dan cawabup kan ingin meneruskan perjuangan beliau-beliau menata Kabupaten Mojokerto,” tandasnya. (*)
