
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot)Mojokerto kembali menghelat Mojotirto Festival 2025 sebagai bagian dari tradisi budaya yang berlangsung di Jembatan Rejoto, Prajurit Kulon, Sabtu (22/3/2025).
Festival ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang sarat makna dan nilai spiritual.
Acara ini diawali dengan doa bersama lintas agama (Umbul dungo) dan dilanjutkan dengan prosesi Larung Air di Sungai Ngotok, yang merupakan ritual tahunan untuk mensyukuri keberlimpahan air di Kota Mojokerto.
Selain itu, terdapat pula kegiatan berbagi takjil dan buka bersama, mengingat perayaan tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1446 Hijriah.
Mojotirto Festival 2025 dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, atau yang akrab disapa Ning Ita, menyampaikan pentingnya festival ini sebagai wujud syukur atas keberlimpahan air di kota tersebut.
“Umbul Dungo Larung Air di anak Sungai Brantas yaitu Sungai Ngotok sudah menjadi ritual tahunan dalam rangka mensyukuri nikmat keberlimpahan air di Kota Mojokerto. Kita berharap air ini menjadi berkah, bukan musibah, bagi Kota Mojokerto dan sekitarnya. Dengan tujuh aliran sungai yang mengalir di kota ini, kita melestarikan budaya leluhur dengan melaksanakan Umbul Dungo setiap 22 Maret dalam kemasan perayaan seni budaya yang penuh makna,” ujar Ning Ita.
Meskipun euforia perayaan seni budaya sedikit berkurang karena bertepatan dengan bulan Ramadan, esensi dari Festival Mojotirto tetap terjaga. Salah satu prosesi utama dalam festival ini adalah Larung Tirto Amerta, yang melambangkan keberkahan dan persatuan. Air yang digunakan dalam prosesi ini dihimpun dari tujuh sumber air bersejarah di Mojokerto sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah alam yang diberikan.
Lebih lanjut, Ning Ita menekankan bahwa Mojotirto Festival diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi acara yang berdampak luas bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Tahun ini, untuk pertama kalinya, festival digelar di Taman Bahari Majapahit, yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional selama tiga tahun berturut-turut. Diharapkan destinasi wisata ini segera dapat dinikmati masyarakat sebagai salah satu ikon pariwisata Kota Mojokerto.
“Mojotirto Festival adalah bagian dari upaya mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota wisata sejarah dan budaya. Dengan semangat ‘Spirit of Majapahit’, kita terus menggaungkan nilai-nilai luhur dalam setiap pembangunan dan kegiatan di kota ini. Budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga identitas yang harus kita rawat dan kembangkan agar tetap lestari di tengah arus modernisasi,” tambahnya.
Sebagai kota yang memiliki hubungan erat dengan kejayaan Majapahit, Mojokerto terus berupaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Melalui tradisi ini, diharapkan generasi penerus dapat terus menggali inspirasi dari nilai-nilai luhur Majapahit untuk membangun kota yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan. (Riris) (adv-kom)
