
Sumatra Utara, Kabarterdepan.com – Misteri tumpukan kayu gelondongan menguat setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Pulau Sumatra akibat curah hujan ekstrem dari Siklon Tropis Senyar.
Kayu berukuran besar yang terbawa arus menimbulkan banyak tanda tanya, karena dianggap tidak sepenuhnya berasal dari proses alam.
Tumpukan Kayu Gelondongan Diduga Pembalakan Liar
Bencana ini memunculkan dugaan bahwa keberadaan kayu gelondongan berkaitan dengan aktivitas pembalakan liar.
Beberapa pihak menilai volume kayu yang hanyut terlalu besar, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa hutan di kawasan perbukitan Sumatra mengalami kerusakan serius akibat penebangan tidak resmi.
Seorang kreator konten, Call Me Hyung, melalui video TikTok yang diunggah Senin (1/12/2025), menyampaikan keresahan masyarakat setempat.
“Jeritan hati rakyat Ambarita, Sumatra Utara, meminta kepada Bapak Presiden Indonesia untuk menghentikan pembalakan liar, deforestasi, dan menindak tegas siapa pun yang terlibat,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Call Me Hyung menegaskan bahwa warga merasa terancam karena kerusakan hutan meningkatkan risiko bencana banjir.
Mereka menilai hutan yang terus ditebangi mengurangi daya dukung alam, sehingga banjir bandang semakin mudah terjadi.
Warga juga menekankan bahwa tumpukan kayu gelondongan bukan sekadar material terbawa arus, tetapi indikasi kerusakan lingkungan yang dikhawatirkan akan semakin parah.
Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah melakukan investigasi menyeluruh agar penyebab bencana dapat diungkap secara jelas.
Sementara itu, pemerhati lingkungan menyatakan bahwa keberadaan kayu berukuran besar di jalur banjir patut dicurigai sebagai bagian dari rantai pembalakan ilegal. Mereka menekankan perlunya pengawasan ketat di lapangan untuk mencegah kerusakan hutan semakin meluas.
Seruan untuk menghentikan aktivitas ilegal di kawasan hutan Sumatra kembali mengemuka seiring meningkatnya kepedulian publik.
Warga menilai penyelamatan hutan merupakan langkah mendesak untuk mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan. (Ezra)
