
Kota Batu, kabarterdepan.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu terus berbenah dan berinovasi. Salah satu menjadikan Kota batu sebagai Kota Tematik.
Hal tersebut sesuai dengan visi DPUPR, yakni mewujudkan penyelenggaraan sarana dan prasarana serta pemanfaatan ruang kota yang mampu melayani kebutuhan bagi para wisatawan, sekaligus mendukung Kota Batu sebagai kota wisata, mandiri, maju, dan sejahtera dengan implementasi Desa Berdaya Kota Berjaya.
Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat, menjelaskan, pihaknya tidak hanya sekadar membangun infrastruktur saja, namun DPUPR Kota Batu juga mempunyai misi untuk mewujudkan kualitas dan kuantitas jalan sesuai dengan kebutuhan pengembangan Kota Batu.
“Ya, selain itu, kami juga mewujudkan pengembangan sarana prasarana permukiman bagi lingkungan yang sehat dan sistem drainase yang baik dalam upaya meminimalkan genangan air di seluruh wilayah Kota Batu, seperti saat ini yang kami kerjakan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman,” terang Alfi Nurhidayat kepada awak media, pada Senin (22/7/2024).
Menurutnya, DPUPR Kota Batu dalam hal ini juga mewujudkan sistem pengendalian tata ruang yang meliputi perencanaan dan pemanfaatan ruang, mewujudkan pedestrian bagi para pejalan kaki, serta mewujudkan pelayanan bagi masyarakat.
“DPUPR Kota Batu memiliki berbagai program unggulan dimana salah satunya pengelolaan tata ruang kota dengan mewujudkan kota tematik, karena Kota Batu merupakan kota wisata. Dalam program ini kami juga melakukan revitalisasi terhadap drainase yang ada di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Semeru, Bromo, Diponegoro dan beberapa ruas jalan lainnya,” ungkap Alfi Nurhidayat.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Batu, Ir. Eko Setiawan mengatakan, dalam menjalankan berbagai programnya, DPUPR Kota Batu mengemban amanat anggaran sebesar Rp 41 miliar yang dialokasikan kepada 6 bidang kerja, yakni Bidang Cipta Karya, Bidang Sumber Daya Air, Bidang Bina Marga, Bidang Pengendalian Pemanfaatan Ruang, dan Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang.
“Dalam pelaksanaannya kami sudah berkoordinasi dengan DPUPR Provinsi Jawa Timur, dan saat ini masih dalam proses pengerjaan, dimana salah satunya menebang pohon yang berada di beberapa ruas jalan Provinsi Jawa Timur, untuk mewujudkan kota tematik dan pedestrian bagi para pejalan kaki. Namun, tentunya juga mengantisipasi pohon yang ditebang dengan menanam pohon baru sebagai penggantinya,” imbuhnya.
Dirinya menegaskan, beberapa pohon yang ditebang itu memang dilakukan untuk pohon yang sekiranya membahayakan bagi para pengendara dan pejalan kaki, agar tidak sampai membahayakan.
“Karena usia pohon itu memang sudah tua, lalu dari segi fisik pohon itu mengalami pelapukan artinya dari akar itu sudah waktunya untuk ditebang. Sebab, disamping membahayakan para pengguna jalan, akarnya pohon juga merusak paving di atas drainase yang kita bangunan,” ungkap Eko Setiawan.
Dirinya lebih lanjut menjelaskan, dengan penggantian atau pemindahan pohon ini pasti ada efeknya. Menurutnya keberadaan pohon yang dimaksud diusahakan berada di jalur kewenangan Provinsi Jawa Timur.
“Provinsi Jawa Timur nantinya yang akan menentukan seperti diperiode satu kemarin ada beberapa pohon yang kita pindah, namun pihak provinsi menginginkan pohon itu dipindahkan ke jalur Sumber Brantas juga ke beberapa arah Kecamatan Pujon. Jadi pada intinya kami hanya melaksanakan dan mengikuti saran dari provinsi untuk dipindah ke aset mereka,” urainya.
Meski demikian, masih kata Eko, pohon-pohon yang ada disepanjang Jalan Panglima Sudirman ini tidak tertata, dari segi jenis tidak seragam dan dari segi bentuk juga tidak seragam, ada yang besar dan kecil.
“Maka dari itu melalui program kerja ini kita ingin menciptakan kota tematik, dengan melakukan penanaman kembali jenis Tabebuya, tujuannya agar supaya Kota Batu itu terlihat lebih indah, apalagi para wisatawan yang berkunjung dan bagi para pejalan kaki juga bisa menikmatinya dengan nyaman,” tegasnya.
Eko Setiawan juga menyebutkan, beberapa ruas jalan dibangun, diantaranya yakni, di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Semeru, Jalan Pattimura, Jalan Dewi Sartika, Jalan Diponegoro, dan di Jalan Sutan Hasan Halim.
“Tentunya dalam hal ini kami didukung penuh oleh Provinsi Jawa Timur, karena disesi pertama kemarin kami sudah selesai, dan di gelombang kedua ini pihak provinsi mendukung dan menyambut dengan baik,” sebut dia.
Pihaknya menyebut Pemerintah Kota Batu khususnya DPUPR Kota Batu ingin menciptakan sesuatu yang aman dan nyaman, agar terkesan memorable atau dikenang oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu.
“Kami tentunya juga menyediakan fasilitas sarana dan prasarana untuk difabel, untuk bisa menikmati kota tematik. Selain itu juga supaya keramaian yang selama ini para wisatawan selalu menuju ke Alun-alun Kota Batu, dengan kerjasama yang baik mereka nantinya bisa memarkirkan kendaraan di hotel-hotel dan wisatawan juga bisa menikmati jalan-jalan sambil menikmati Tabebuya, sehingga kemacetan bisa diminimalisir,” tandas Eko Setiawan. (Yan)
