
Sampang, kabarterdepan.com – Polemik menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sampang yang menyajikan tempe secuil hingga klaim “ayam mengandung karbohidrat” mendapat tanggapan keras dari legislatif.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, menyayangkan kualitas makanan yang dinilai jauh dari standar gizi untuk menekan angka stunting.
Menanggapi pemberitaan yang beredar, Mahfud menyatakan bahwa pihak penyedia makanan atau dapur seharusnya memiliki pemahaman dasar mengenai gizi dan kelayakan porsi untuk anak-anak sekolah.
“Seharusnya pihak dapur itu sudah tahu lah bagaimana makanan yang layak untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah. Melihat pemberitaan yang ada, kami sangat menyayangkan, masa iya telur diiris kecil, dan dikasih tempe dengan potongan kecil begitu? Itu bukannya menambah gizi, malah sebaliknya.” ujar Mahfud saat dimintai keterangan, Senin (15/9/2025).
“Melihat pemberitaan yang ada, kami sangat menyayangkan. Masa iya telur diiris kecil, dan dikasih tempe dengan potongan kecil begitu? Itu bukannya menambah gizi, malah sebaliknya.”
Mahfud menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam jika kualitas program andalan pemerintah pusat ini terus-menerus dikeluhkan. Ia mengancam akan mengambil langkah serius jika pihak dapur tidak segera melakukan perbaikan.
“Kalau memang pihak dapur masih tidak paham, maka kami (DPRD) akan menyurati ke pusat agar seluruh dapur di Sampang kita evaluasi,” tegasnya.
Selain itu, Mahfud membuka pintu pengaduan selebar-lebarnya bagi masyarakat, baik wali murid maupun pihak sekolah, yang menemukan kejanggalan serupa.
Ia mendorong warga untuk tidak ragu melapor secara resmi agar bisa ditindaklanjuti secara kelembagaan.
“Kalau masyarakat ada keluhan, buat surat tertulis dan kirim ke kami di DPRD. Pasti nantinya akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya
Sikap tegas dari DPRD Sampang ini menambah tekanan bagi Satgas MBG dan para penyedia makanan untuk segera berbenah, memastikan setiap porsi yang diterima siswa benar-benar bergizi dan sesuai dengan tujuan utama program untuk mencetak generasi yang sehat dan bebas stunting. (Fais)
