Menteri Pertanian Minta Bulog Layani Daerah 24 Jam

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Menteri Pertanian
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat memantau GPM di Tambaksari Surabaya. (Husni Habib/kabarterdepan.com)

Surabaya, kabarterdepan.com- Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman meminta kepada Perum Bulog untuk buka selama 24 jam dan tidak mempersulit kepala daerah yang ingin meminta stok beras. Keberadaan stok beras menjadi perhatian khusus pemerintah dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan.

“Saya meminta kepada Bulog untuk buka 24 jam dan jangan dipersulit, khususnya Wali Kota atau Bupati yang mau mengambil beras harus dipermudah dan tidak dibatasi,” kata Andi saat ditemui di acara Kegiatan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Tambaksari, Surabaya, Selasa (23/09/2025).

Menteri Pertanian Ungkap Stok Beras Nasional

Lebih lanjut, Andi menambahkan saat ini stok beras nasional berada di angka 1,3 juta ton, selain itu masih terdapat sebesar 1,7 ton yang dipersiapkan untuk operasi pasar hingga bulan Desember 2025. Pihaknya akan menggelontorkan beras murah sebanyak-banyaknya kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran negara. Hal inj sesuai dengan mandat dari presiden yang ingin kita bisa mencapai swasembada beras,” tambahnya.

Andi menyebut memasuki bulan ke 11 masa pemerintahan Presiden Prabowo, sejarah tercetak hingga saat ini Indonesia belum mengimpor beras.

Selain itu stok beras saat ini merupakan yang tertinggi selama Indonesia merdeka. Pihaknya juga sangat mengapresiasi kerja keras pemimpin daerah, baik gubernur, wali kota maupun bupati yang terjun langsung ke lapangan dan mendengarkan kekuh kesah masyarakat terkait pangan.

“Peningkatan produksi beras kita yang tertinggi kedua di dunia, ini kata FAO ya, dan banyak negara mengapresiasi keberhasilan kita,” pungkasnya.

Sebagai informasi data dari BPS menunjukkan produksi beras nasional dari Januari hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton, menunjukkan kenaikan signifikan 12,16 persen.

Tren positif produksi beras ini disebabkan oleh peningkatan luas panen dan produksi gabah yang melimpah, yang memperkuat stok pangan nasional.  (Husni Habib)

Responsive Images

You cannot copy content of this page