Mengintip Peternak Kambing yang Kebanjiran Orderan Jelang Hari Raya Idul Adha

Avatar of Redaksi
IMG 20250512 WA0001
Decka Vertian Ginanjar saat memberi makan hewan ternaknya. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Seorang peternak kambing di Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto kebanjiran pesanan hewan qurban saat menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha seperti saat ini.

Ia adalah Decka Vertian Ginanjar (36) yang memiliki usaha peternakan kambing di area persawahan yang dirubah menjadi kandang.

Mendekati Hari Raya Qurban seperti sekarang, ia harus menambah stok hewan kambingnya lantaran sejak bulan lalu ia terus mendapatkan orderan dari berbagai warga di berbagai daerah di Mojokerto.

Pemilik peternak kambing, Decka Vertian Ginanjar (36) saat ditemui di kandang miliknya mengatakan, hingga saat ini, tak kurang dari 25 ekor kambingnya telah laku terjual. Dua jenis kambing paling laris diserbu pembeli, yakni Peranakan Etawa (PE) dan domba Texel atau gibas.

“Sudah ada lonjakan, sampai hari ini sudah laku 25 ekor. Biasanya mendekati Idul Adha pesanan lebih ramai lagi,” katanya, Senin (12/5/2025) siang

Di lahan peternakannya seluas seribu meter persegi itu, Ginanjar menambahkan dirinya telah berhasil mengembangbiakan sebanyak 300 ekor kambing yang dirawat dengan dibantu beberapa karyawannya.

“Yang paling banyak laku jenis kambing PE karena posturnya lebih tinggi, jenjang, dan bulunya juga menarik,” tambahnya.

Setiap harinya, perawatannya pun dirasa cukup mudah, yakni cukup diberi pakan berupa campuran rumput pakchong dan rumput biasa, ampas tahu, polar atau limbah gandum, serta indigofera. Kebersihan kandang juga rutin disemprot cairan disinfektan untuk mencegah penyakit.

“Kandang kami ini berada diatas, jadi kotoran kambinya bisa terpisah jadi bersih,” terangnya.

Untuk harga kambingnya pun bervariasi, ia mematok dengan nominal berdasarkan ukuran tampilan bodi, dan warna bulu seperti domba gibas untuk kurban dibanderol Rp 1,8 sampai 2,7 juta per ekor. Lalu kambing Jawa Randu senilai Rp 2,7 hingga 3,2 juta per ekor dan kambing PE seharga Rp 3 sampai 4,8 juta per ekor.

Omset yang didapat pria 36 tahun ini pun mencapai puluhan juta rupiah dalam musim qurban sekarang ini. untuk bulan-bulan normal, rata-rata pemasukannya mencapai Rp 30 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp 7 juta.

“Harapannya Idul Adha tahun ini lebih tinggi, bisa laku 250 sampai 300 ekor,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page