Mengapa Kereta Api Tidak Punya Sabuk Pengaman? Ini Penjelasannya

Avatar of Jurnalis: Cak Rawi
Mengapa Kereta Api Tidak Punya Sabuk Pengaman
Layanan Kereta Api (KA) saat perjalanan. (Daop 6 Yogyakarta fot kabarterdepan.com)

Teknologi,  Kabarterdepan.com – Di berbagai moda transportasi, seperti mobil, pesawat terbang, dan bus, sabuk pengaman menjadi komponen penting dalam menjaga keselamatan penumpang.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk kereta api. Meskipun kecepatan kereta bisa mencapai hingga 299 kilometer per jam, seperti yang dilakukan Eurostar di jalur HS1 di Inggris, penumpang biasanya tidak menemukan sabuk pengaman di kursi mereka.

Penjelasan Ahli Keselamatan Kereta Api

Menurut Thomas Barth, ahli keselamatan transportasi dan mantan penyidik faktor kelangsungan hidup di National Transportation Safety Board, alasan utama ketidakhadiran sabuk pengaman di kereta adalah karena risiko kecelakaan yang lebih rendah dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

“Jawaban dasarnya adalah bahwa sabuk pengaman tidak diperlukan kecuali dalam kejadian yang sangat langka,” ujar Barth.

Menurutnya, lingkungan operasional kereta sangat terkendali karena beroperasi di rel tetap dengan pengawasan profesional. Hal ini membuat kereta jauh lebih aman dibandingkan mobil atau pesawat yang sering menghadapi variabel tak terduga.

Perbedaan Dampak Tabrakan

Barth juga menjelaskan bahwa dampak tabrakan antara mobil dan kereta berbeda secara signifikan. Saat mobil menabrak dinding, gaya benturan sangat tinggi. Sebaliknya, kereta yang memiliki bobot dan ukuran besar menghasilkan gaya benturan yang lebih rendah saat menabrak objek ringan.

Namun, dalam kasus tabrakan depan antar dua kereta, gaya benturan tinggi bisa terjadi, meski hal ini sangat jarang.

Data dari Rail Safety and Standards Board (RSSB) menunjukkan bahwa perjalanan kereta lebih dari 20 kali lebih aman daripada perjalanan mobil untuk jarak yang sama.

Jika dibandingkan dengan penerbangan, statistik menunjukkan sekitar 20 kematian per miliar perjalanan kereta, sementara untuk penerbangan mencapai 117 kematian per miliar perjalanan. Namun, jika diukur per miliar kilometer, angka kematian kereta adalah 0,6, sedikit lebih tinggi dari 0,5 untuk penerbangan.

Salah satu faktor yang membuat kereta api lebih aman, bahkan tanpa sabuk pengaman, adalah desain interiornya.

“Kereta api diwajibkan memenuhi berbagai macam peraturan keselamatan,” kata Barth.

Salah satu peraturan tersebut adalah Judul 49 CFR Bagian 238.233, yang diadopsi pada tahun 1999. Peraturan ini memastikan bahwa interior kereta api dibuat lebih aman dengan geometri dan posisi kursi serta pagar yang baik, yang terkadang bahkan menghilangkan kebutuhan akan bantalan tambahan.

Perancang kereta api harus menyeimbangkan desain dengan persyaratan lain. Contohnya, gerbong kereta bawah tanah harus sangat tahan lama dan tahan kerusakan dibandingkan dengan kereta jarak jauh.

Karena tidak ada moda transportasi yang benar-benar aman, desain dan regulasi untuk berbagai moda transportasi telah dikembangkan untuk mengurangi risiko ke tingkat yang dapat diterima.

Responsive Images

You cannot copy content of this page