
Yogyakarta, kabarterdepan.com –Mengobati kangen terhadap pasar rakyat masyarakat Yogyakarta, Mandala Krida Expo (MKE) kembali digelar untuk kedua kalinya yang sudah dimulai sejak 20 Juni hingga 13 Juli mendatang.
Berbagai tontonan, wahana hingga sajian kuliner melalui UMKM yang ada menjadi gairah tersendiri bagi masyarakat sekitarnya untuk bisa datang.
Tidak hanya itu kegiatan ini juga menampilkan pertunjukan seni dan budaya dari berbagai sekolah mulai dari Paud hingga SMA di Kota Yogyakarta yang cukup menghibur para pengunjung sebagai sajian yang menarik.
Presiden Republik Altar Ria, Inung Nurzani menyampaikan bahwa MKE diselenggarakan seiring dengan keluh kesah dari pelaku ekonomi yang sebelumnya meramaikan Pasar Malam Sekaten oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada 2019.
“Akhirnya teman-teman UMKM di kabupaten-kabupaten di DIY seperti Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul menggelar expo di hari jadi kabupaten masing-masing,” katanya saat diwawancarai, Kamis (10/7/2025).
Berangkat dari hal tersebut, dirinya kemudian berupaya untuk mengakomodasi keluhan dari para pelaku ekonomi tersebut. Ia meyakini bahwa penyelenggaraan pasar malam Sekaten sangat penting mengingat Yogyakarta merupakan wajah pariwisata.
“Yogyakarta sebagai Kota Wisata, Budaya, UMKM, dan kuliner ini sebelumnya belum ada bapak atau induk event yang besar di tingkat kabupaten-kota di DIY. Berangkat dari situ, kami mewakili aspirasi tersebut Alhamdulillah berhasil menyelenggarakan kedua kalinya,” katanya.
Ia menyampaikan, hingga penyelenggaraan kedua ini, masyarakat Yogyakarta telah menemukan wadah kembali sebagai hiburan yang mampu memberikan dampak positif sekaligus menjadi pengobat rindu adanya pasar malam.
Terlebih lagi, dalam MKE yang selama ini digelar tidak didorong pendanaan baik dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Keistimewaan (Danais).
Inung menyebut masyarakat merasa telah memiliki MKE, sehingga dalam penyelenggaraanya tidak ditemukan kejadian yang tidak diinginkan.
“Mandala Krida Expo seperti sudah dimiliki masyarakat Yogyakarta, mereka sudah merasa memiliki dalam penyelenggaraan yang kedua ini,” katanya.
Ia menyampaikan bakal kembali menyelenggarakan MKE untuk ketiga kalinya dengan harapan para pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya dan dapat mengganti pasar malam perayaan Sekaten.
Pihaknya merencanakan akan menyelenggarakan MKE ketiga pada tahun depan pada periode libur sekolah dan mendekatkan anak pada seni dan budaya. (Hadid Husaini)
