Mancing Berujung Maut, Pelajar MTs di Jombang Tewas Tenggelam di Sungai

Avatar of Redaksi
mancing
Petugas saat mengevakuasi korban tenggelam saat mancing di sungai Ngumpak Jombang. (Karimatul Maslahah/kabarterdepan.com)

Jombang, kabarterdepan.com — Aktivitas memancing berujung tragedi di Sungai Ngumpak, Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun dilaporkan tenggelam dan ditemukan meninggal dunia.

Mancing di Sungai Berujung Duka

Peristiwa tersebut diketahui setelah korban tidak kunjung pulang hingga menjelang waktu salat Jumat. Keluarga yang khawatir kemudian melakukan pencarian dibantu warga sekitar.

Sejumlah warga turut menyisir aliran sungai, sementara sebagian lainnya memantau dari atas jembatan. Bahkan, warga sempat meneriaki nama korban agar segera pulang serta menaburkan garam ke arah sungai sebagai bagian dari kepercayaan setempat.

Kepala Desa Bawangan, Bakhtiar Effendi, mengatakan korban telah berpamitan kepada keluarga untuk memancing sejak pagi hari. Dugaan korban tenggelam menguat setelah sejumlah barang miliknya ditemukan di sekitar bawah jembatan Sungai Ngumpak.

“Sepeda pancal korban ditemukan terparkir di lokasi. Tidak lama kemudian, alat pancing yang sebelumnya tidak terlihat tiba-tiba muncul dari dalam air,” ujar Bakhtiar, Sabtu (24/1/2026).

Selain itu, keterangan saksi turut memperkuat dugaan tersebut. Warga mengaku sempat melihat korban berada di sekitar sungai sebelum akhirnya dinyatakan hilang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat desa, korban diduga tidak memancing seorang diri. Warga menyebut ada tiga anak di sekitar sungai saat kejadian, namun dua di antaranya hingga kini belum diketahui identitasnya.

Korban diketahui bernama Muhammad Iqwan Hanafi (14), pelajar kelas IX MTsN Tambakberas, berdomisili di Dusun Kesamben, Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Jombang. Orang tua korban diketahui berasal dari Padang, Sumatra Barat.

Laporan kejadian kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang. Tim BPBD langsung diterjunkan ke lokasi dengan perlengkapan penyelaman.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengatakan pencarian difokuskan di area kolong jembatan yang sejak awal diduga sebagai titik tenggelamnya korban.

“Personel kami melakukan penyisiran dengan metode penyelaman manual di sekitar aliran sungai,” kata Wiku usai evakuasi.

Upaya pencarian membuahkan hasil. Korban ditemukan di bawah jembatan Sungai Ngumpak, tidak jauh dari lokasi awal, dalam kondisi meninggal dunia.

“Jenazah selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Ploso untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.

BPBD Jombang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama bagi anak-anak.

“Arus sungai yang tidak menentu dan minim pengawasan memiliki potensi risiko tinggi, terlebih saat musim hujan,” pungkas Wiku. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page