
Internasional, Kabarterdepan.com — Dalam sebuah misa agung yang berlangsung khidmat di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Leo XIV secara resmi dinobatkan sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik Roma. Penobatan tersebut ditandai dengan pemasangan Fisherman Ring atau Cincin Nelayan, salah satu simbol tertua dan paling sakral dalam tradisi kepausan, Minggu (18/5/2025).
Paus Leo XIV, yang mengenakan jubah putih dan topi khas Zucchetto, tiba di Basilika dengan kendaraan Popemobile diiringi ribuan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus. Prosesi penobatan berlangsung dengan pembacaan serta nyanyian liturgi yang merayakan kelanjutan suksesi apostolik dari Rasul Petrus hingga kini.
Apa itu Fisherman Ring?
Fisherman Ring memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Katolik. Cincin ini melambangkan tugas dan iman yang diwariskan kepada Santo Petrus, Paus pertama yang dikenal sebagai seorang nelayan. Lambang pada cincin menampilkan gambar Santo Petrus dengan kunci dan jala, simbol misi penginjilan dan kepemimpinan rohani yang terus diwariskan.
Dilansir dari Vatican News, cincin tersebut pada awalnya digunakan untuk menyegel dokumen resmi yang ditandatangani Paus hingga tahun 1842. Kini, fungsinya bersifat simbolis, menandakan otoritas spiritual Paus sebagai penerus langsung dari Santo Petrus. Cincin ini unik dan tak dapat dipalsukan karena segel khas yang dipahat secara khusus. Tradisinya, cincin akan dihancurkan ketika seorang Paus wafat atau mengundurkan diri.
Dalam prosesi pelantikan, Paus Leo XIV menerima The Fisherman’s Ring dari Kardinal Luis Antonio Tagle. Paus juga mengenakan Pallium atau syal wol domba yang menandakan penggembalaan umat serta Mitra atau mahkota khas uskup yang dikenakan dalam liturgi besar. Ketiganya menjadi tanda lengkap otoritas dan pengabdian seorang Paus.
Diketahui, upacara penobatan ini turut dihadiri oleh sederet pemimpin dan perwakilan dunia dari berbagai negara.
Sementara dari Indonesia, Presiden Prabowo Subianto mengirim tiga perwakilan yakni Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, serta Deputi Investasi dan Promosi BP Batam, Fary Francis. (Riris*)
