Luluk Soroti Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Jawa Timur, Khofifah: Lihat BPS Lah!

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241020 225230
Khofifah Indar Parawansa, calon Gubernur Jawa Timur. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa menjawab sorotan Cagub nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah soal kemiskinan dan pengangguran di Jawa Timur saat debat perdana, Jumat, (18/10/2024).

Di sana Luluk menyoroti soal tingginya angka kemiskinan dan 1 juta pengangguran terbuka di Jawa Timur yang menjadi tertinggi di Indonesia, dan penyumbang terbanyak justru lulusan SMK.

Menjawab hal tersebut, Khofifah meminta agar lebih baik menggunakan data yang telah disajikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Pakailah data BPS,” pintanya.

Di antaranya angka kemiskinan di Jawa Timur yang disebutnya berada di bahwa angka kemiskinan nasional, yaitu angka kemiskinan di Jawa Timur ada 3,7 persen, sementara nasional 3,8 persen.

Sementara untuk data kemiskinan ekstrim, Jawa Timur mencatatkan angka 4,4 persen pada tahun 2019, sementara per Maret 2024 adalah 0,66 persen.

“Itu data BPS,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada debat perdana yang disiarkan langsung KPU Jawa Timur itu Luluk mengkritik berbagai masalah sosial yang dihadapi Jawa Timur, mulai dari kemiskinan, tingginya angka pengangguran hingga bunuh diri.

“Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur tertinggi di Indonesia, 1 juta pengangguran, UMKM 9,6 juta dan baru 1,5 juta NIB, dan anak-anak SMK yang seharusnya siap kerja ternyata menjadi penyumbang pengangguran terbuka terbesar,” urai Luluk.

Sementara itu, dilansir dari jatim.bps.go.id, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur sejak 2022 hingga 2024 mengalami penurunan, yaitu dari 4.181,29 pada 2022, dan 3.982,69 pada 2024.

Begitu juga dengan persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mengalami penurunan sejak tahun 2021, yaitu 5,17 persen per Februari 2021.

Turun pada Februari 2022 menjadi 4,81 persen yang kembali menurun pada 2023 sebanyak 4,33 persen, dan 3,74 persen per Februari 2024. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page