
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Suporter PS Mojokerto Putra (PSMP) merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka yang berhasil lolos ke 8 besar Liga 4 Zona Jawa Timur dengan menggelar konvoi keliling Kota Mojokerto pada Rabu malam, 5 Februari 2025.
Konvoi yang penuh semangat ini dimulai dari Jalan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Para suporter yang sebagian besar menggunakan sepeda motor terlihat antusias saat berkeliling kota sambil menyalakan flare dan membunyikan klakson sebagai bentuk perayaan.
Konvoi ini juga berlangsung dengan para suporter menyalakan kembang api di beberapa titik, termasuk di depan pos polisi Benteng Pancasila.
Namun, aksi yang meriah ini menyebabkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan utama di Kota Mojokerto.
Beberapa pengendara yang terjebak dalam kemacetan melaporkan adanya gangguan akibat asap yang ditimbulkan oleh flare dan kembang api yang dinyalakan selama konvoi.
Merespons hal tersebut, pihak kepolisian segera turun tangan untuk menertibkan dan mengamankan para suporter yang dianggap mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan.
Sebanyak 45 suporter PSMP yang terlibat dalam konvoi tersebut diamankan oleh polisi dan dibawa ke Polres Mojokerto Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Mojokerto Kota, melalui Kasubsi Humas Ipda Slamet Hariono, mengungkapkan bahwa tindakan tegas diambil setelah mendapat keluhan dari masyarakat terkait kemacetan dan gangguan yang disebabkan oleh aksi para suporter.
Dalam konvoi tersebut, 24 kendaraan roda dua yang terlibat juga turut diamankan. Selain itu, beberapa di antara suporter yang terlibat dalam konvoi diketahui mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk, yang tentunya menambah potensi bahaya di jalan raya.
“Habis maghrib ada arak-arakan atau konvoi dari suporter PSMP. Petugas langsung bertindak untuk diamankan dan saat ini ada di Polres Mojokerto Kota,” ujar Kasubsi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Slamet Hariono.
Ipda Slamet menambahkan bahwa sebagian besar suporter PSMP yang terlibat dalam konvoi tersebut menuju basecamp tim untuk merayakan kemenangan dan keberhasilan PSMP lolos ke 8 besar Liga 4 Jatim.
Namun, sayangnya, kegembiraan tersebut menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat lain, seperti gangguan lalu lintas dan kebisingan yang mengganggu kenyamanan pengendara lain.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap para suporter yang diamankan, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pelanggaran yang dilakukan, termasuk penggunaan flare dan kembang api yang dapat membahayakan keselamatan.
Meskipun begitu, polisi mengimbau agar seluruh suporter dan masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keselamatan saat merayakan kemenangan tim, serta menghindari aksi yang dapat merugikan orang lain. (Tantri*)
