
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lapas Mojokerto berhasil memanfaatkan ruang yang ada untuk berbagai kegiatan produktif. Tak hanya membudidayakan ikan lele, para warga binaan juga mengelola lahan pertanian sayur dan beternak kambing.
Menariknya, di dalam lingkungan apas tersebut terdapat 44 kolam lele bioflok dan kandang kambing yang menampung 10 ekor kambing jenis jawa.
Lapas Mojokerto
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Di tengah keterbatasan lahan, kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan dan mendukung penuh program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya, Selasa (21/10/2025) sore.
Rudi menambahkan, saat ini terdapat sekitar 65 ribu ekor lele yang dibudidayakan secara aktif di seluruh kolam. Proses panen dilakukan secara bergilir setiap dua hingga lima hari sekali.
Hasil panen tak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi harian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), namun juga dijual ke pihak rekanan penyedia makanan untuk diolah di dapur Lapas.
“Serta dijual kepada rekanan pemborong makanan untuk diolah di dapur Lapas,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, sedikitnya ada 10 warga binaan yang bertanggung jawab mengelola kolam lele, tiga orang di peternakan kambing, lima orang di unit kerajinan kulit, 14 orang di UMKM makanan, serta lima orang lainnya di bidang pertanian dan hidroponik.
Salah satu warga binaan, Afik Munandar, mengaku setiap hari bertugas merawat 10 ekor kambing di kandang. Menariknya, kambing-kambing tersebut memiliki nama masing-masing seperti Asmara, Celin, Grace, Morfin, hingga Veronica.
“Perawatannya mudah, dikasih makan dan minum cukup dan yang terpenting kebersihan kandang,” pungkasnya.
