
Surabaya, Kabarterdepan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto turut serta dalam pembukaan Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan 2025 yang berlangsung di Lapas Kelas I Surabaya. Kegiatan kepramukaan tingkat nasional ini dijadwalkan mulai tanggal 21 hingga 23 Juli 2025.
Perkemahan ini merupakan inisiatif langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan arahan lebih lanjut dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur. Pembukaan acara telah dilaksanakan pada Senin (21/7/2025).
Program ini bertujuan utama untuk menanamkan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, jiwa korsa, semangat nasionalisme, dan kebersamaan di lingkungan Lapas, Rumah Tahanan (Rutan), dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di seluruh Indonesia.
Khusus untuk wilayah Jawa Timur, Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan 2025 dipusatkan di Lapas Kelas I Surabaya. Acara ini diikuti oleh 38 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur.

Lapas Mojokerto sendiri mengirimkan lima orang warga binaan terbaiknya sebagai perwakilan peserta, menunjukkan komitmen dalam mendukung program pembinaan nasional ini.
Kegiatan ini resmi dibuka pada hari ini oleh Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Pembukaan. Rangkaian acara dimulai dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Alzuarman, selaku Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Jatim.
Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter warga binaan melalui penanaman nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, serta semangat kebersamaan dan kemandirian.
Upacara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Lapas Malang sebagai simbol dimulainya kegiatan perkemahan. Momen tersebut dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan warga binaan peserta perkemahan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan agenda meliputi pelatihan baris-berbaris, outbond pembinaan karakter, pentas seni, serta kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk memperkuat kepribadian dan nilai spiritual para peserta.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum positif dalam membangun karakter warga binaan dan juga petugas melalui semangat kepramukaan.
“Kami mendukung penuh program ini sebagai wadah pembinaan yang edukatif dan membangun nilai-nilai kebangsaan dalam dunia pemasyarakatan,” ujar Kalapas.
Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai satya dan darma dalam gerakan pramuka dapat memperkuat pembinaan kepribadian, sosial, dan nasionalisme warga binaan, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan siap kembali ke tengah masyarakat dengan bekal karakter yang kuat. (*)
