Kunjungan Dirjen IKMA, Sentra IKM Alas Kaki Mojokerto Siap Dongkrak Daya Saing Global

Avatar of Redaksi
IMG 20250109 WA0102
Potret Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementrian Perindustrian (Kemenperin) RI, Reni Yanita. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – kini memiliki pencapaian baru dengan hadirnya Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) alas kaki pertama dan terbesar di Jawa Timur. Sentra ini berlokasi strategis di Jalan Raya Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, tepatnya di sisi selatan gedung Workshop Alas Kaki.

Bangunan megah ini dilengkapi mesin produksi alas kaki dengan kapasitas industri, menjadikannya tonggak penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif di kota tersebut.

Hari ini, Rabu (8/1/2025), Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita, melakukan kunjungan langsung untuk meninjau progres dan kesiapan operasional sentra yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenperin RI tahun 2024. Rombongan Dirjen IKMA turut didampingi oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, dalam agenda peninjauan tersebut.

Dirjen IKMA bersama rombongan melihat langsung seluruh fasilitas sentra, termasuk mesin produksi yang telah disiapkan untuk mendukung operasional industri alas kaki di Kota Mojokerto.

Sentra yang bernilai investasi Rp12,6 miliar ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi para pengrajin alas kaki lokal. Selain itu, rombongan juga diajak untuk melihat produk-produk hasil karya IKM alas kaki yang dipamerkan di lokasi.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Mojokerto, yang akrab disapa Mas Pj, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kemenperin atas dukungan penuh terhadap sektor industri kecil di wilayahnya.

“Terima kasih atas support Kemenperin melalui DAK untuk IKM dan UMKM di Kota Mojokerto. Dukungan ini menjadi langkah besar bagi kami untuk meningkatkan daya saing industri lokal,” ujar Mas Pj.

Dirjen IKMA, Reni Yanita, memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan dan pengelolaan anggaran DAK di sentra ini. Ia menilai bahwa anggaran tersebut telah terserap secara maksimal sesuai dengan spesifikasi dan tujuan yang direncanakan.

“Tadi sudah kami tinjau secara langsung, mulai dari bangunan hingga bantuan mesin produksinya. Semuanya sudah sesuai dengan standar dan siap difungsikan mulai tahun ini,” ungkap Reni.

Lebih lanjut, Reni berharap keberadaan sentra ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan industri alas kaki di Kota Mojokerto. Ia optimis bahwa dengan dukungan fasilitas dan teknologi modern, produk-produk alas kaki dari para pengrajin lokal dapat bersaing, baik di pasar domestik maupun internasional.

“Dengan adanya mesin-mesin ini, kualitas produk yang dihasilkan akan lebih halus, presisi, dan berkualitas tinggi. Ini tentu akan menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya saing produk kita di pasar global,” tambahnya.

Reni juga menjelaskan bahwa Kota Mojokerto menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jawa Timur yang menerima alokasi DAK untuk sentra IKM alas kaki. Secara nasional, Kota Mojokerto adalah wilayah kedua yang mendapatkan fasilitas ini setelah DI Yogyakarta.

“Kenapa Kota Mojokerto? Karena kota ini memiliki banyak pengrajin alas kaki yang produknya telah mengglobal bahkan go internasional. Jadi, sangat wajar jika pemerintah pusat memberikan prioritas kepada kota ini,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan sentra ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas para pengrajin. Dengan teknologi modern yang tersedia, proses produksi akan menjadi lebih cepat, efisien, dan hasilnya lebih presisi. Hal ini juga memungkinkan pengrajin untuk menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik dan harga yang lebih kompetitif.

Namun, Reni menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan dari efisiensi dan produktivitas yang telah dicapai. Menurutnya, keberadaan teknologi modern harus diiringi dengan strategi penguatan pasar yang lebih baik.

“Dengan mesin ini, kita sudah lebih cepat, presisi, dan efisien. Tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan produk yang dihasilkan dapat terus diterima oleh pasar, baik lokal maupun global,” tegas Reni.

Ia juga mendorong pemerintah daerah dan para pelaku industri untuk terus berinovasi, menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta memperluas jaringan distribusi.

Kehadiran sentra IKM alas kaki di Kota Mojokerto menandai langkah konkret dalam mendukung pengembangan UMKM dan IKM di Indonesia. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan sentra ini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.

“Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin industri alas kaki Kota Mojokerto akan semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Reni. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page