Kopilaborasi Diskominfo Jombang-KKD Tangkal Hoaks

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241117 180051
Kolaborasi tangkal hoaks di Jombang. (Kominfo Jombang for kabarterdepan.com)

Jombang, KabarTerdepan.com – Dalam rangka mewujudkan Pemilu damai 2024, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Komite Komunikasi Digital (KKD) mengadakan kegiatan “Kopilaborasi” di Gedung Bung Tomo, Pemkab Jombang, Rabu (13/11/2024).

Acara ini merupakan bagian dari upaya menekan penyebaran berita hoaks di ruang digital, khususnya di masa jelang Pemilukada 2024.

Komite Komunikasi Digital (KKD) yang diinisiasi oleh Muspida Jawa Timur kini telah terbentuk di 20 kota/kabupaten, termasuk Kabupaten Jombang. Salah satu fungsi utama KKD adalah untuk menangkal dampak negatif dari berita-berita hoaks yang beredar di masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Sri Surdjat yang mewakili Penjabat (Pj) Bupati Jombang. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jombang,perwakilan dari Polres, Kodim, awak media dan tokoh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Kopilaborasi menghadirkan tiga narasumber utama yang kompeten dari lembaga penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Komite Komunikasi Digital (KKD) kabupaten Jombang. Para narasumber berbagi pandangan dan strategi untuk mengawal pelaksanaan pemilu yang aman, damai, dan demokratis.

“Kopilaborasi ini merupakan wadah strategis untuk membangun komunikasi dan sinergi antar stakeholder dalam menyukseskan Pemilu 2024. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun pemahaman bersama tentang pentingnya menjaga kondusivitas selama proses pemilu,” ujar Sri Surdjat dalam sambutannya.

Dengan kegiatan ini, bertujuan untuk memberikan ketika momen pilkada secara serentak pada 27 November 2024, bisa berjalan dengan damai dan aman, melalui digital kemampuan literasi digital ditengah masyarakat dapat menjaga ruang digital yang bersih dan kondusif.

Pemanfaatan media di gital di masyarakat tidak mudah terprovokasi ujaran kebencian dan memecah belah masyarakat, serta tak ada informasi hoaxs.

“Hanya dunia digital yang menjadi wadah untuk mengkondisikan suasana yang kondusif, dihimbau kepada semua pihak agar menghindar dari berita hoaks,” harapnya.(ADV)

Responsive Images

You cannot copy content of this page